"Sejak dua bulan terakhir pengiriman sapi Madura ke Probolinggo meningkat," ujar Penanggung jawab kantor Balai Besar Karantina Kalibuntu, Kabupaten Probolinggo, Agus Solichin, Jumat (25/8/2017)
Agus mengatakan, sapi-sapi tersebut masuk melalui pintu masuk pelabuhan Suramadu, Situbondo dan pelabuhan Kalibuntu. Peningkatan pengiriman tersebut sekitar 40 persen.
Sejak bulan Juni hingga Agustus 2017 ini, jumlah pengiriman mencapai 800 hingga 1.000 ekor sapi. Pada hari biasa, pengiriman hanya sekitar 500 ekor dalam sebulan. Agus memprediksi, semakin mendekati Idul Adha, permintaan sapi Madura bakal semakin meningkat. Harganya pun dipastikan semakin mengalami kenaikan.
"Besar kemungkinan akhir Agustus dan detik-detik Idul Adha nanti, permintaan semakin tinggi, dan pengiriman yang jelas juga semakin meningkat. Dari jumlah peningkatan tersebut, yang jelas semakin tinggi," terang Agus, Jumat (25/8/2017).
Sementara itu menurut Lutfi Hamid, ketua asosiasi pedagang sapi dan kambing Kabupaten Probolinggo, meski permintaan sapi lokal banyak untuk kebutuhan Idul Adha, namun di Kabupaten Probolinggo sendiri masih mencukupi. Kebutuhan itu masih cukup meski permintaan juga datang dari Surabaya, Malang dan Jakarta.
"Untuk harga sapi lokal di pasaran jelang Idul Adha ini mengalami kenaikan Rp 2 juta per ekor sapi, dari harga Rp 10 juta, menjadi Rp 12 juta. Begitu juga untuk sapi Madura, selain pengirimannya harus bertambah, harganya juga naik berkisar Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta perekornya," jelas Lutfi.
Lutfi menerangkan, memang sudah rutin terjadi peningkatan permintaan terlebih menjelang hari besar seperti hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Karena kualitas daging sapi Madura beda dengan sapi lainya. Untuk saat ini sapi lokal dan sapi Madura sama-sama diminati masyarakat.
Sedangkan di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo, harga daging sapi untuk sementara ini masih berkisar Rp 95.000 hingga Rp 105.000 per kilogramnya. (iwd/iwd)











































