Pamerkan Nugget Mujair, Mahasiswa Lamongan Ditantang Dirikan Koperasi

Eko Sudjarwo - detikNews
Jumat, 25 Agu 2017 09:50 WIB
Foto: Eko Sudjarwo/File
Lamongan - Berbagai produk yang dihasilkan Mahasiswa Universitas Islam Lamongan (Unisla) dipamerkan dalam penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di kantor Kecamatan Turi. Sejumlah produk yang dipamerkan tersebut di antaranya adalah nugget mujair dan tas berbahan dasar Enceng gondok.

Atas ide-ide cerdas para mahasiswa yang menjalani KKN, Rektor Unisla, Bambang Eko Muljono mengungkapkan kebanggaannya. Para mahasiswa disebut berhasil memaksimalkan sumber daya alam yang dimiliki masing-masing desa.

"Contohnya di Kecamatan Turi ini limpahan-limpahan kelebihan hasil produk tambak berbagai macam ikan ternyata setelah dicreate mahasiswa bisa menghasilkan nugget berbahan ikan yang tidak terpakai dan kreasi sebagainya," kata Bambang di pendopo Kecamatan Turi, Jumat (24/82017).

Baca Juga: Ini Lho Nugget Ikan Mujair Kreasi Mahasiswa Lamongan

Menurut Bambang, atas inovasi dari para mahasiswa membuat masyarakat semangat untuk mengembangkan potensi desanya. Bahkan, lanjut Bambang, pihaknya akan meneruskan kegiatan para mahasiswa ini dengan menggandeng pemerintah untuk menjadikan kreasi mahasiswa ini lebih dikenal publik.

"Bisa menindaklanjuti dengan melakukan penelitian dan kami akan bersiap untuk menjadi laboratorium semacam ini," ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lamongan, Anang Taufik membenarkan selama ini bahan baku hasil tambak banyak yang tidak terpakai dan terbuang sia-sia tanpa dimanfaatkan. Anang berjanji, akan memberikan dukungan penuh atas inovasi yang sudah dihasilkan para mahasiswa Unisla yang menjalani KKN di Kecamatan Turi selama sebulan.

"Kalau bisa dimanfaatkan menjadi produk-produk yang tidak hanya memiliki nilai jual, tapi juga bermanfaat kepada penghasilan ekonomi masyarakat," tuturnya.

Anang berharap ke depan akan didirikan sebuah koperasi mahasiswa yang terkait dengan UMKM. Menurut Anang, bila ada koperasi mahasiswa, mulai penyediaan bahan hingga pemasaran akan semakin memanjakan para pelaku UMKM di Lamongan.

"Mulai fasilitasi bahan, permodalannya, bahkan marketingnya yang mengelola koperasi. Jadi teman-teman pelaku yang membuat ini tidak kesulitan, karena bahan bakunya sudah ada yang siapkan dari koperasi, semacam jalin kemitraan antara pelaku UMKM dengan koperasi," katanya. (fat/fat)