Pembunuhan Kapas Krampung Direkonstruksi, 12 Adegan Diperagakan

Pembunuhan Kapas Krampung Direkonstruksi, 12 Adegan Diperagakan

Michelle Alda - detikNews
Selasa, 15 Agu 2017 15:03 WIB
Salah satu adegan rekonstruksi (Foto: Michelle Alda)
Surabaya - Polisi menggelar rekonstruksi perampasan yang menewaskan Go Hong Bun alias Awen (42), pemilik toko kelontong di Jalan Kapas Krampun 109 Surabaya. Ada 12 adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi yang digelar di lokasi sebenarnya.

Rekonstruksi dilakukan langsung oleh dua pelaku yang sudah tertangkap yakni Saiful Arifin alias Sipul dan Dahruji alias Cong Uji. Untuk korban diperankankan oleh peran pengganti.

Dalam rekonstruksi ini terungkap bahwa Saiful dan Dahruji serta dua teman mereka Fauzi dan Wape telah merencanakan perampasan tersebut. Buktinya, mereka berkumpul lebih dahulu sebelum melakukan aksi. Dalam salah satu adegan, mereka terlihat berkumpul di depo Sidotopo.

"Mereka mengawali aksi dengan berkumpul di area permainan burung dara di depo Sidotopo," ujar Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) AKP Soekris Trihartono kepada wartawan di lokasi, Selasa (15/8/2017).

Ada 12 adegan yang diperagakanAda 12 adegan yang diperagakan (Foto: Michelle Alda)
Setelah melakukan perencanaan, pada pukul 18.30 WIB, Saipul membonceng Dahruji dan Fauzi membonceng Wape menuju ke Jalan Kapas Krampung.

Sebelum perampokan itu terjadi, Lely Suryani (43) dan Awen (42) keluar dari tokonya, Toko Bintang Rezeki. Mereka saat itu hendak pulang. Saat itu Awen akan masuk ke mobil sedangkan Lely menunggu di samping kiri mobil. Saat itu Lely membawa dua tas selempang.

Melihat korban yang akan segera masuk ke mobil, Wape menyuruh Dahruji sambil menunjuk kearah Lely untuk merampas tas tersebut. Dari arah belakang mobil, Dahruji membawa celurit untuk menakuti korban dan merampas tas ungu yang dibawa oleh Lely. Setelah berhasil merampas tas ungu itu, Dahruji berlari kearah Saiful yang telah menunggu Dahruji di motor.

Dari arah depan mobil, Wape juga mendatangi Lely dengan mengacungkan pisau panjang untuk menakutinya dan merampas tas kanvasnya. Melihat tas istrinya dirampas, Awen datang dan menghalangi Wape. Pemilik toko kelontong itu berusaha menghalangi pelaku. Tersangka Wape berhasil melepaskan sekapan Awen dan kemudian ia membabatkan senjata tajamnya itu kepada Awen.

Dua pelaku yang ditangkap memerankan sendiri perannyaDua pelaku yang ditangkap memerankan sendiri perannya (Foto: Michelle Alda)
Baca juga, Pelaku Pembunuhan Kapas Krampung Diamankan, Dua Masih Buron

Kedua lengan Awen terluka parah terkena sabetan parang Wape. Setelah membacok Awen, wape berlari kearah depan dengan membawa tas kanvas cokelat milik Lely. Setelah mendapatkan kedua tas itu, Saiful membonceng Dahruji dan Fauzi membonceng Wape. Mereka melarikan diri menuju tempat dimana mereka merencanakan perbuatan keji itu.

Melihat kejadian itu, korban dibantu oleh tetangga kiri kanan toko dan masuk ke mobil menuju Rumah Sakit dr Soewndhi, namun dalam perjalanan ke rumah sakit, nyawa Awen tidak bisa diselamatkan.

"Rekonstruksi sesuai dengan BAP," tandas Soekris.

Reekonstruksi sudah sesuai dengan BAPReekonstruksi sudah sesuai dengan BAP (Foto: Michelle Alda)
(iwd/iwd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini