"Jadi bukan karena kita pilah pilih siswa baru, atau tinggi rendahnya nilai. Seperti zonasi, nilai dan prestasi dari calon peserta didik baru itu sendiri," kata Sentot Dwi Hendroyono, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, Kamis (13/7/2017).
Menjadi peserta didik baru itu, kata Sentot, harus ada penyeleksian secara intensif melalui prosedur dan itu tidak memihak siapapun. Pihak dinas pendidikan, lanjut Sentot, masih melakukan rapat internal untuk mencari solusi terbaik.
"Mohon kesabarannya bagi masyarakat khususnya kepada wali murid, kita masih mencari solusi sekiranya tidak mengecewakan calon siswa baru yang akan menjadi siswa baru di seluruh sekolah di Kabupaten Probolinggo," terangnya.
Baca Juga: Dinilai Curang, SMP I Dringu Probolinggo Digeruduk Warga
"Jadi mohon tidak berprasangka buruk dulu. Bahwa semua itu tidak ada kecurangan apapun. Mohon bersabar untuk menunggu dari hasil selanjutnya," tambah Sentot.
Tidak terima anaknya gagal menjadi anak didik baru, 8 wali murid dan kakek ngamuk-ngamuk mendatangi ruang guru dan panitia PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) SMP 1 Dringu, di Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Rabu (12/7/2017).
Pasalnya, delapan peserta yang tidak lolos ini, nilai Ebtanas murninya berkisar 17 sampai 18 lebih tinggi dari pada siswa yang lolos, yang hanya mepunyai nilai nem 13 sampai 14, ditambah zonasi rumahnya lebih dekat dengan sekolahan tersebut. (fat/fat)











































