Dinilai Curang, SMP I Dringu Probolinggo Digeruduk Warga

Dinilai Curang, SMP I Dringu Probolinggo Digeruduk Warga

M Rofiq - detikNews
Rabu, 12 Jul 2017 18:57 WIB
Dinilai Curang, SMP I Dringu Probolinggo Digeruduk Warga
wali murid marah di SMP 1 Dringu/Foto: M Rofiq
Jakarta - SMP 1 Dringu, Kabupaten Probolinggo, didatangi 8 warga, Rabu (12/7/2017), karena anak mereka tidak diterima di sekolah tersebut. Sekolah negeri itu dianggap curang, karena anaknya yang mempunyai nilai tinggi tidak diterima di SMP tersebut.

8 siswa baru yang tidak lolos ini nilai Ebtanas murninya berkisar 17 sampai 18, lebih tinggi dari pada siswa yang lolos, dan mepunyai nilai 13 sampai 14.

Mereka menduga, ada kecurangan dan pungutan liar dari panitia PPDB di SMP I Dringu. Kecurigaan itu membuat sejumlah orang tua wali murid emosi dan naik pitam.

Beruntung kericuhan bisa redam, setelah anggota kepolisian dari Polsek Dringu datang, dan mengajak wali murid tersebut berunding dengan guru dan panitia PPDB.

Menurut Sukardi, salah satu wali murid tidak terima cucunya tidak lolos seleksi menjadi siswa baru di SMP 1 Dringu ini. Pasalnya, nilai cucunya lebih bagus dari pada siswa yang sudah lolos. Dia pun curiga ada kecurangan dan memungut biaya agar lolos.

"Saya datang dan marah-marah bersama wali murid lainnya, yang tidak terima dan tidak lolos masuk di SMP 1 Dringu. Padahal nilainya nem-nya 18 dan yang masuk nilai nemnya hanya 13, yang jelas panitia curang dan ada pungli," ujar Sukardi.

Namun sangkaan adanya pungli dan kecurangan ditolak Kepala Dinas Pendidikan Cabang Dringu Adimas Lutfi Putra. Menurutnya, semuanya sudah sesuai prosedur dan ketentuan SOP penerimaan peserta didik baru.

"Itu sudah sesuai prosedur penerimaan peserta didik baru yang sudah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan setempat, sesuai zonasi, nilai dan prestasi dari siswa yang akan diterima menjadi siswa didik baru, dan pihaknya akan tetap memberikan solusi dan akan tetap mendatangi siswa itu untuk sekolah yang akan di tunjuk oleh Dinas Pendidikan," terang Adimas. (bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini