Kapolsek Perak AKP Untung Sugiarto mengatakan, mayat pria ini ditemukan di selokan depan rumah Musrifah (48), warga Dusun Gading, Desa Gadingmangu sekitar pukul 09.30 Wib. Saat itu pemilik rumah yang sedang membersihkan teras mencium bau busuk dari selokan.
"Karena penasaran, pemilik rumah membuka bak kontrol selokan, kemudian mendorong sampah di selokan menggunakan sabit. Saat itu dia melihat telapak kaki manusia," kata Untung saat dihubungi detikcom.
Kaget dengan temuan itu, lanjut Untung, Musrifah mengabari sang suami, Laman (51). Oleh Laman, penemuan mayat itu dilaporkan ke Kades Gadingmangu yang kemudian diteruskan ke Polsek Perak.
Benar saja, polisi yang melakukan pengecekan menemukan sesosok mayat pria yang sudah membusuk.
"Ciri-ciri mayat terdapat tahi lalat di samping mata sebelah kiri, memakai baju batik warna cokelat, kaus warna biru dongker, celana panjang warna hitam, sabuk warna hitam terdapat tulisan BOSS," terangnya.
Bersama petugas medis, kata Untung, pihaknya melakukan pemeriksaan luar terhadap mayat tersebut. Petugas menemukan uang tunai Rp 350 ribu di saku celana depan sisi kanan korban serta obat Entrostop, Ibupropen, Mefenafic, plaster luka dan korek api gas pada saku celana depan sisi kiri.
"Kami tak menemukan kartu identitas pada mayat. Sampai saat ini identitasnya belum kami ketahui. Karena kondisnya sudah membusuk sehingga sulit dikenali. Warga sekitar juga tak ada yang merasa kehilangan anggota keluarga," ujarnya.
Untung menuturkan, pria ini diperkirakan meninggal sejak sekitar empat hari yang lalu. Sementara hasil pemeriksaan luar tak ditemukan bekas luka pada mayat.
"Dugaan sementara meninggalnya karena sakit lambung dan hernia, berdasarkan obat-obatan yang ditemukan di saku celana mayat," ungkapnya.
Kendati begitu, untuk memastikan penyebab kematian mayat pria ini, polisi membawanya ke RSUD Jombang untuk diautopsi. Untuk mengungkap identitas mayat, polisi hanya menunggu laporan warga lantaran scan sidik jari menggunakan alat Mambis juga tak bisa dilakukan karena mayat sudah membusuk.
"Kami sosialisasi melalui radio dan para kepala desa, kalau ada yang merasa kehilangan keluarga supaya melapor ke polsek," tandasnya. (ugik/ugik)











































