"Kami petakan titik-titik rawan kemacetan di Jawa Timur," kata Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur Kombes Pol Ibnu Isticha, Selasa (20/6/2017).
Ada 21 titik rawan macet di jalur utama di berbagai daerah ddi Jawa Timur. Untuk titik macet di wilayah Madura yakni, Pasar Tanah Merah dan Pasar Blega, Kabupaten Bangkalan.
Untuk wilayah pantai utara (pantura) yakni, Pasar Babat dan Brondong-Kabupaten Lamongan, Duduk Sampeyan dan Jembatan Sembayat Kabupaten Gresik, Bangil-Kabupaten Pasuruan, Pasar Ranuyoso dan Pasar Pakes Wetan-Kabupaten Lumajang serta Pasir Putih-Kabupaten Situbondo. Pasar Baureno-Kabupaten Bojonegoro.
Di jalur tengah yakni, mulai Simpang Medaeng sampai Kletek-Kabupaten Sidoarjo, Jalan Simpang 4 Kenanten-Kabupaten Mojokerto, Jembatan Kayen (exit tol)-Kabupaten Jombang, Jalan Simpang 3 Mengkreng (perbatasan Jombang-Kediri dan Kertosono) serta di ruas Nganjuk hingga Madiun yakni, Guyangan-Bagor-Saradan-Caruban.
Untuk jalur utama di wilayah pantai selatan (pansel) yakni, Simpang 3 Jembatan Ngantru-Kabupaten Tulungagung. Untuk jalur ke arah Malang, yang perlu diwaspadai titik kemacetan yakni, mulai dari keluar tol Pandaan (Taman Dayu)-Kabupaten Pasuruan, Purwosari-Kabupaten Pasuruan hingga Singosari Malang, Pasar Lawang serta Karanglo-Kota Batu.
"Di pintu masuk dan keluar tol operasional maupun fungsional. Seperti di pintu tol Pandaan, Pasuruan. Pintu tol ke Mengkreng, akan ditempatkan personel untuk antisipasi terjadinya kemacetan," tandasnya. (roi/fat)











































