Informasi yang dihimpun, sistem layanan online tidak bisa diakses karena pemeliharaan server. Pemberitahuan juga sudah disebar melalui media sosial SKPD Pemkot Surabaya, salah satunya akun instagram milik Satpol PP Kota Surabaya @satpolppsurabaya serta akun resmi untuk aduan masyarakat @sapawargasby.
Hal ini membuat warga yang akan menggunakan layanan publik online seperti mengambil nomor antrean di poli jantung di RSUD dr Soewandhie harus menunda pemeriksaannya.
Seperti yang ditanyakan oleh warga pemilik akun @suhardiprayitno yang harus menunda periksanya pada Selasa (13/6) karena tidak bisa mengakses nomor antrean secara online.
"Solusinya saya harus tunda hari Selasa, mau ke poli jantung bos," tulis @suhardiprayitno di akun instagram @sapawargasby.
Wali Kota Tri Rismaharini pun menjelaskan alasan penonaktifan sementara layanan publik online selama dua hari. Menurutnya, perbaikan pada sistem online layanan publik ini disebabkan banyaknya serangan hacker yang membuat sistemnya menjadi lemot.
"Itu sebetulnya banyak serangan hacker karena itu kita maintain, sebenarnya tidak masalah karena kita kan punya firwallnya tidak bisa masuk tapi masuknya di antrean sehingga izin izin proses jadi memperlambat," kata Risma, Minggu (11/6/2017).
Oleh karena itu, Risma meminta maaf kepada masyarakat yang hendak menggunakan layanan online menunda terlebih dulu hingga proses perbaikan sistem selesai dilakukan.
"Makanya kita bersihkan dulu kemudian InsyaAllah cuma Sabtu Minggu. Senin (12/6) besok sudah normal," imbuh Risma. (ze/bdh)











































