DetikNews
Jumat 19 Mei 2017, 10:16 WIB

Penangkar Bawang Merah Turut Diperiksa Polres Malang

Muhammad Aminudin - detikNews
Penangkar Bawang Merah Turut Diperiksa Polres Malang Foto: Muhammad Aminudin/File
Malang - Penangkar bawang merah dalam tender pengadaan fasilitas bawang merah senilai Rp 4,7 miliar oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distabun) Kabupaten Malang, turut dimintai keterangan penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Malang.

"Iya saya ikut dimintai keterangan oleh polisi," kata Pandri, salah satu penangkar bawang merah saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (19/5/2017). Apa saja bahan pemeriksaan, Pandri enggan membeberkan.

Sementara Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujun, menyatakan, pengumpulan bahan keterangan tengah dilakukan penyidik untuk menggali adanya dugaan rekayasa tender pengadaan komoditas unggulan tengah dikembangkan saat ini. "Belum bisa disimpulkan, masih klarifikasi pihak terkait," kata Kapolres terpisah.

Sebelumnya, polisi juga meminta keterangan Direktur CV. Kinara Jaya Abadi Iwan Purdiana pemenang tender pengadaan fasilitas bawang merah dana APBN 2017 itu.

Pandri, adalah penangkar bawang merah, juga Ketua Kelompok Tani Tunas Mulya Baru di wilayah Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, yang ditetapkan Distabun Kabupaten Malang dalam pengembangan kawasan bawang merah tahun 2017.

Selain dia, ada satu penangkar lain yakni Mahmud Fauzi Ketua Kelompok Tani Megah Argo Abadi dari Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.

"Penangkaran untuk pembibitan yang nantinya dijual dengan harga murah kepada petani," jelasnya melalui pesan singkat.

Masing-masing penangkar, memiliki kuota penyediaan benih bibit bawang merah untuk lahan seluas 12 hektare dari 120 hektare jatah bantuan yang diberikan Dirjen Hortikultura kepada Pemkab Malang.

Kepala Bidang Hortikultura Distabun Kabupaten Malang Meniel Wahyuningsih, menjelaskan, sesuai aturan 20 persen dari jatah kuota 120 hektare untuk penangkar benih. "Sesuai syarat begitu, 20 persen untuk penangkar," ujar Meniel terpisah.

Diungkapkan oleh Maniel, bahwa penangkar diberikan fasilitas serta nota kesepakatan kerjasama, hasil panen akan dibeli pemerintah dengan harga dibawah pasar.

"Hasil panen dibeli pemerintah dengan dipatok harga Rp 25 ribu per kg. Meskipun harga lagi normal saat panen atau di atas Rp 25 ribu per kg," beber Meniel.

Dalam satu hektare, jelas dia, akan mendapat jatah sebanyak 10 ton benih atau bibit bawang merah. "Tinggal mengalikan saja, dengan kuota bantuan yang diberikan, yakni 120 hektare," sambung Meniel.

Ada beragam fasilitas yang dibutuhkan dalam pengadaan itu. Pertama, kebutuhan pupuk organik sebanyak 480.000 kg, agen hayati 1.800 liter dan pupuk hayati majemuk sebanyak 1.680 liter.

Untuk pengembangan kawasan bawang merah seluas 120 hektare, yang terbagi menjadi dua bagian, yakni 96 hektare bagi 12 kelompok tani penerima bantuan. Yang tersebar di sembilan kecamatan, yaitu Kepanjen, Pujon, Dau, Karangploso, Turen, Wonosari, Sumberpucung, Ngajum, serta Ngantang dengan masa tanam mulai Mei-Juni 2017.

Sisanya, adalah 24 hektare kawasan bawang merah untuk dua kelompok tani di Kecamatan Dau dan Sumberpucung dengan masa tanam Maret 2017 lalu. Jadi sesuai kuota bantuan sebanyak 120 hektare.

Dari penelusuran detikcom melihat petunjuk teknis (juknis) Dirjen Hortikultura tentang pengelolaan dan penyaluran bantuan pemeringah dari laman resmi Direktorat Jenderal Hortikultura, anggaran berasal dari dana dekosentrasi untuk Program Peningkatan Produksi dan Nilai Tambah Produk Hortikultura.

Untuk meningkatan stabilnya produksi komoditas tahun 2017, bawang merah sebesar 1,3 juta ton dengan luas kawasan bawang merah 40 juta hektare dengan sejumlah pilihan komponen bantuan, yakni pupuk organik, anorganik, benih, kapur pertanian, bahan pengendali ramah lingkungan, atau pilihan menyesuaikan kebutuhan di lapangan dan kelompok tani penerima bantuan, yang diberikan kepada 120 kabupaten dari 32 propinsi. Jawa Timur sendiri daerah penerima adalah Malang, Bojonegoro, Probolinggo, Sumenep, Nganjuk, dan Bondowoso.

Untuk Kabupaten Malang mendapatkan jatah bantuan peningkatan kawasan bawang merah seluas 120 hektare bagi 14 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) tersebar di sembilan kecamatan, yaitu Kepanjen, Ngajum, Sumberpucung, Ngantang, Pujon, Wonosari, Karangploso, Dau, dan Turen.

Petani penerima bantuan sudah terdaftar dan menandatangani MoU sebagai petani Champion dengan Dirjen Hortikultura serta memiliki komitmen pengembangan kawasan komoditas bawang merah.

Pengadaan fasilitas bawang merah oleh Distabun Kabupaten Malang diduga sarat rekayasa dengam memenangkan CV Kinara Jaya Abadi senilai Rp 4,7 miliar. Lelang ini mendapatkan perhatian serius dari DPRD Kabupaten Malang serta dalam penyelidikan Tim Saber Pungli dan Tindak Pidana Korupsi Satreskrim Polres Malang.

CV Kinara Jaya Abadi di tahun 2016 juga memenangkan tender bantuan kepada petani bawang merah senilai Rp 1,1 miliar, ketika legalitas perusahaan baru disahkan 14 hari.
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed