Kabag Protokol dan Rumah Tangga Setda Trenggalek, Triadi Atmono saat mengunjungi kediaman Dio, di Desa Senden, Selasa (9/5/2017) mengatakan, pihaknya telah berdialog langsung dengan yang bersangkutan dan memberikan dorongan semangat agar tidak malu untuk melanjutkan sekolah.
"Sebelumnya sempat putus asa dan tidak mau melanjutkan karena merasa malu akan kondisi fisiknya, namun tadi setelah kami datangi bersama dinas pendidikan, pihak kecamatan dan desa, dia akhirnya mau," katanya.
Foto: Adhar Muttaqin |
"Sesuai dengan perintah pak bupati, kami akan menjamin mobilitas Dio dari rumah hingga ke sekolah maupun pulangnya. Tadi saya sudah sarankan orang tuanya untuk mencari becak motor atau sejenisnya yang siap untuk disewa," ujarnya.
Selain itu, apabila Dio telah diterima di SMP, pemerintah juga akan menyiapkan kursi roda guna mendukung aktivitasnya di lingkungan sekolah. Sehingga ia tidak hanya duduk di dalam kelas seperti yang dilakukan selama di bangku sekolah dasar.
Foto: Adhar Muttaqin |
"Semoga ini menginspirasi kita semuanya, yang memiliki keterbatasan fisik saja semangat apalagi yang kondisi fisiknya sempurnya, harus lebih semangat lagi," imbuhnya.
Sebelumnya, Dio Eka Saputra, siswa kelas VI SD Negeri I Senden tersebut mengalami lumpuh akibat kelainan tulang sejak taman kanak-kanak. Meskipun demikian ia tetap rajin bersekolah.
Foto: Adhar Muttaqin |
"Dulu sebelum kelas VI masih bisa jalan dengan merambat, tapi sekarang tidak bisa lagi. Setiap hari saya yang mengantar ke sekolah," kata ibu Dio, Yuliati Asfianingsih.
Saat ditemui detikcom beberapa waktu yang lalu, Dio sempat mengutarakan impiannya untuk bisa melanjutkan ke SMP Negeri I Kampak. Namun ia merasa malu dengan kondisi fisiknya yang tidak sempurna. (bdh/bdh)












































Foto: Adhar Muttaqin
Foto: Adhar Muttaqin
Foto: Adhar Muttaqin