Kementan Mediasi Peternak dan Integrator di Blitar

Kementan Mediasi Peternak dan Integrator di Blitar

Erliana Riady - detikNews
Rabu, 12 Apr 2017 19:16 WIB
Kementan Mediasi Peternak dan Integrator di Blitar
Foto: Erliana Riady
Blitar - Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) membuka mediasi terkait anjloknya harga telur dan gelombang demo yang dilakukan peternak ayam petelur Blitar.

Mediasi yang dilaksanakan di Pemkab Blitar Jl Sudanco Supriyadi Kota Blitar, Rabu (12/4/2017) ini mengundang kelompok peternak, Bulog dan Integrator (pabrik pakan ternak besar). Selain itu mediasi juga dihadiri oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Dirjen PKH, drh I Ketut Diarmita menyatakan dengan mediasi ini diharapkan muncul solusi untuk mengentaskan keterpurukan peternak ayam Blitar.

"Kami kumpulkan jadi satu hari ini, kami cari tahu permasalahannya dimana, lalu kita cari solusinya bersama-sama," jelas Diarmita.

Dalam mediasi hari ini terungkap fakta kosongnya stok jagung sebagai pakan ternak akibat kendala distribusi oleh Bulog.

"Kebutuhan jagung sebagai pakan ternak khusus untuk Blitar itu ternyata 1.000 ton per hari. Padahal Bulog Jatim sediakan 75 ribu ton untuk Jatim selama 45 hari. Jadi hari ini kami buat komitmen Bulog bisa percepat distribusinya ke Blitar dan peternak Blitar juga memastikan akan membeli jagungnya Bulog," ungkap Diarmita.

Untuk memastikan hal itu, Dirjen PKH memberikan batasan harga jagung Bulog di kisaran Rp 3.800 per kg.

Sedangkan terkait beredarnya telur tunas di pasaran, Dirjen PKH meminta semua pihak terutama integrator untuk saling bahu membahu membantu demi kebaikan bersama.

"Jangan ada isu fitnah tanpa dasar dan fakta yang jelas. Saya sudah bagi no hp saya kesemua yang hadir disini. Nanti kalau ada yang lapor mafia, penyidik saya akan langsung datang, tapi kalau laporannya tidak benar, jangan salahkan kalau saya tidak percaya lagi sama anda," tegasnya.

Lebih lanjut, Diarmita berharap ajang mediasi ini bisa membangun jiwa kebersamaan. "Sudah saatnya para integrator menyaksikan sendiri bagaimana penderitaan peternak Blitar. Sudah saatnya integrator ambil alih susahnya pemerintah," katanya.

Dirjen PKH meminta lima integrator yang hadir mau mencairkan dana CSRnya untuk dana stimulan bagi perbaikan nasib peternak Blitar. "Tadi dihitung dana stimulan selama 14 hari itu cuma Rp 1,5 miliar. Itu sama dengan beli kacang bagi integrator apalagi kalau ditanggung 5 integrator yang hadir disini," tambah Diarmita.

Sementara itu, salah satu wakil Pokphan, Suparman menyatakan, sebenarnya ada banyak faktor yang membuat harga telur anjlok. Salah satunya adalah manajemen issue.

"Sebenarnya integrator sudah punya program CSR yang bagus. Namun karena manajemen isunya kurang bagus hingga dampak positif CSR itu tidak terekspos," kata Suparman.

Terpisah, Kepala Kantor Perwakilan Daerah KPPU Surabaya Aru Armando pada detikcom menyatakan, pihaknya akan banyak mendengarkan laporan dari peternak.

"Banyak laporan ternyata telur CSR diperjual-belikan ini masih menjadi pantauan kami. Sedangkan untuk masalah pakan, KPPU sangat menyadari peternak tidak bisa bersaing karena harga pakan yang sangat mahal. Untuk itu diharapkan pemerintah memberikan subsidi pakan untuk menekan biaya operasional," katanya.

Selain itu, menurut Aru Armando, supaya bisa bersaing dengan industri, peternak harus membuat kelompok besar agar bisa bersaing dengan industri besar.

Dalam kesempatan ini, sebagai simbol pengharapan tinggi kepada Dirjen PHK, Sukarman mewakili peternak Blitar menyerahkan telur kepada Dirjen PKH, I Ketut Diarmita. (bdh/bdh)
Berita Terkait