"Saya sudah komunikasi dengan Pak Dirjen," kata Soekarwo kepada wartawan di gedung negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Senin (20/2/2017).
Gubernur yang biasa disapa Pakde Karwo menerangkan, ketika bertemu dengan Dirjen Bina Marga di Surabaya dua pekan lalu, sudah menyampaikan kondisi kerusakan jalan, serta penangannya yang dinilai lamban.
Hingga mengakibatkan kerugian bagi masyarakat, terutama kerusakaan kendaraan masyarakat, serta perjalanan angkutan barang maupun orang juga terganggu. Kerusakan jalan juga terus bertambah.
"Ketika Pak Dirjen di sini, saya juga menyampaikan dipecat saja kepala balai itu (Kepala BBPJN VIII)," cetusnya.
Ia mengatakan, pengerjaan perbaikan jalan oleh BBPJN menunggu lelang. Kondisi tersebut sangat disayangkan, karena lelang digabungkan.
"Kerusakan bertambah terus, biaya kurang dan tender all section. Semua ditenderkan 2.300 Kliometer. Mohon maaf, pemenangnya yang gede-gede," ujarnya.
Soekarwo mengatakan, setelah ada pertemuan dengan Dirjen Bina Marga, akhirnya Kementerian PU mengeluarkan diskresi.
"Kemarin ada diskresi dari pak menteri PU, sebagian jembatan dibangun nggak jadi, karena biaya berkembang naik luar biasa," jelasnya. (roi/bdh)










































