Barongsai Merah dan Kuning Beraksi di Kampung Tambak Bayan

Barongsai Merah dan Kuning Beraksi di Kampung Tambak Bayan

Rois Jajeli - detikNews
Sabtu, 28 Jan 2017 11:11 WIB
Barongsai Merah dan Kuning Beraksi di Kampung Tambak Bayan
Perayaan imlek di Kampung Tambak Bayan Surabaya/Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Suasana gembira di kampung pecinan Tambak Bayan, Kota Surabaya. Di perayaan Tahun Baru Imlek 2568 (Tahun 2007), dua barongsai mengelilingi kampung pecinan Tambak Bayan mengambil angpao yang tergantung, sekaligus menghibur warga.

Warga kampung pecinan Tambak Bayan mayoritas dihuni keturunan Tionghoa dan etnis lainnya dari Jawa dan Madura, berbaur menjadi satu melihat atraksi dua barongsai warna kuning dan merah.
Perayaan imlek di Kampung Tambak BayanPerayaan imlek di Kampung Tambak Bayan Foto: Rois Jajeli

Dua ekor barongsai yang diiringi tetabuhan khas kesenian barongsai, berjalan menyusuri gang dan mengelilingi kampung Tambak Bayan. Barongsai itu mengunjungi rumah penduduk dan penghuninya memberikan angpao. Warga yang terhibur memberikan angpao ke mulut barongsai.

Banyak pernak-pernik Imlek di kampung pecinan Tambak Bayan. Warga pun mempersilahkan dua barongsai itu mengambil angpao yang tergantung berdampingan dengan lampion. Dengan sekali lompatan, kepala barongsai meraih angpao merah-yang khusus ada uangnya.

Barongsai itu juga menampilkan atraksi seperti melompat dan berdiri di atas meja. Selain itu, barongsai berdiri dan berjalan di dua 'bola' besar.
Perayaan imlek di Kampung Tambak BayanPerayaan imlek di Kampung Tambak Bayan Foto: Rois Jajeli

Selain menyaksikan penampilan kesenian tradisional masyarakat Tionghoa, perayaan Imlek juga dimanfaatkan warga berbagi bersama. Warga yang sukses di kampung pecinan itu, membagikan angpao ke warga. Warga pun dengan tertib, antre mendapatkan 'sedekah' angpao.

Kehadiran barongsai keliling ke rumah-rumah warga pecinan Tambak Bayan itu sudah rutin digelar setiap tahun baru imlek. "Ini sudah tradisi. Setiap ada imlek pasti ada barongsai," kata Lim Kiem Hao, pengurus kepemudaan kampung Pecinan, Tambak Bayan.
Perayaan imlek di Kampung Tambak BayanPerayaan imlek di Kampung Tambak Bayan Foto: Rois Jajeli

Penduduk di kampung pecinan Tambak Bayan ada sejak zaman penjajahan. Saat ini sekitar 50 kepala keluarga (KK), yang 90 persennya asli Tionghoa tinggal di Tambak Bayan. Sisanya dari berbagai etnis lainnya seperti Jawa dan Madura.

Lim yang biasa dipanggil Gepeng mengatakan, setiap imlek selalu ada tradisi seperti ritual menghormati para leluhurnya. Kemudian saling berkunjung dari rumah ke rumah warga.
Perayaan imlek di Kampung Tambak BayanPerayaan imlek di Kampung Tambak Bayan Foto: Rois Jajeli

"Ada unjung-unjung kayak lebaran, yang muda mengunjungi yang tua. Biasanya ada yang kasih angpao," tandasnya. (roi/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini