DetikNews
Jumat 20 Januari 2017, 14:32 WIB

1 dari 4 TKA yang Terjaring Razia di Jombang Disebut Kerja Legal

Budi Sugiharto - detikNews
1 dari 4 TKA yang Terjaring Razia di Jombang Disebut Kerja Legal Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang - Satu dari empat tenaga kerja asing (TKA) yang diamankan dari sebuah perusahaan di Jombang diklaim sebagai tenaga ahli, dan tidak ilegal seperti yang dituduhkan.

Keempat TKA itu berasal Korea Selatan, India dan Tiongkok yang diduga menjadi buruh kasar dan hanya menggunakan visa kunjungan terkena razia Tim Pora pada pukul 07.00-12.00 Wib, Kamis (19/1/2017).

Petugas gabungan Imigrasi Kelas III Kediri, Polres, Kodim 0814, Kejari, Satpol PP,dan Pemkab Jombang menyasar 10 perusahaan yang diketahui memperkerjakan 70 TKA. Satu dari keempat TKA itu dari India dan ditemukan di sebuah perusahaan.

Baca Juga: Jadi Buruh Kasar, 4 TKA Ilegal Ditangkap di Jombang

Kepala HRD PT. Karya Mekar Dewatamali (KMD) Maria Hana Evi Nugrahanti mengklarifikasi bahwa TKA asal India bukan bekerja di perusahaannya. TKA tersebut disebutnya bekerja PT. Mekar Abadi Sentosa (MAS).

"TKA asal India yang ditangkap oleh TIM PORA Kabupaten Jombang bukan dari PT. Karya Mekar Dewatamali. Dua perusahaan ini kebetulan berdiri di satu area, owner sama tapi segment berbeda. Kami tas, kalau Mekar Abadi Sentosa itu sepatu," terang Maria Hana Evi Nugrahanti saat dihubungi detikcom, Jumat (20/1/2017).

Ia juga menyatakan bahwa TKA asal India tersebut bekerja secara legal dan bukan bekerja sebagai tenaga kasar, melainkan tenaga ahli di perusahaan tersebut.

"Bahwa TKA asal India tersebut juga bukan TKA illegal, karena memiliki dokumen resmi KITAS, Passpor, IMTA," jelasnya.

Saat ada razia, yang bersangkutan hanya bisa menunjukan dokumen yang difotokopi karena dokumen aslinya ada di mess. Yang disayangkan Maria Hana Evi Nugrahanti, perusahaan tidak diberikan kesempatan mengambil dokumen aslinya di mess saat ada razia.

"Sekali lagi TKA India ini sebagai tenaga ahli di perusahaan, sebagai desainer sepatu, dan dokumen lengkap, legal," terang dia yang mengaku telah mendapat mandat dari sang owner untuk menjelaskan.
(ugik/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed