Semenjak lahir hingga saat ini, Arif terbaring dan mengalami kelumpuhan.
"Sejak lahir sudah mengalami penyakit ini," kata Sudjarwo (46) orang tua Arif di sela menerima kunjungan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf yang menjenguk di ruang IRD Rumah Sakit Umum dr Soetomo, Surabaya, Minggu (8/1/2017).
Saat itu tidak punya biaya untuk mengobatkan karena kondisi perekonomian keluarga Sudjarwo yang sulit sebagai buruh sampai pengemudi becak motor (bentor).
Kemudian Arif dibawa ke rumah sakit di Gresik (Rumah Sakit Bunder). Karena tidak memiliki biaya untuk pengobatan anaknya, Sudjarwo mengajukan pulang paksa ke pihak rumah sakit.
Lantas pada umur 6 bulan, Arif dibawa ke RSU dr Soetomo, Surabaya. Dari hasil pemeriksaan dokter, tulang tengkorak Arif banyak yang berlubang, dan disuruh pulang oleh dokter dengan alasan dokter yang bersangkutan akan berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter seniornya.
Saat kembali kontrol ke RSU dr Soetomo, Sudjarwo menananyakan apa tindakan lebih lanjut dari dokter. "Saat itu katanya sudah dirawat di rumah saja yang bagus," kata Sudjarwo yang tinggal di Cerme Apsari, Kabupaten Gresik.
Bertahun-tahun Arif dirawat di rumah. Hingga datang istri Bupati Gresik sebelumnya menyambangi rumah Arif. Dan menjembatani agar Arif di rawat di RS Ibnu Sina di Gresik. Setelah dirawat selama dua hari, dokter menyarankan Arif untuk dibawa pulang.
"Lagi-lagi hasilnya disuruh dirawat di rumah yang bagus saja. Ya sudah saya tidak bawa ke mana-mana lagi. Saya tidak tahu pemeriksaan medisnya seperti apa, saya hanya pasrah saja ketika disuruh membawa pulang. Yang penting anak saya bisa hidup, bisa makan, bisa bicara, bisa diajak ngobrol," katanya.
Hingga Arif mencapai umur 11 tahun, orangtuanya hanya bisa pasrah merawatnya di rumah. Selain tidak ada biaya berobat. Arif akhirnya pada Jumat (6/1/2017) dibawa ke RSU Soetomo atas bantuan lembaga swadaya masyarakat (LSM) BPJS Watch.
Gus Ipul memastikan Arif akan segera diobati dan seluruh biaya akan ditanggung BPJS dan rumah sakit. Ia juga sempat mengajak Arif bercanda. "Arif isok nyanyi. Isok solawatan. (Arif bisa menyanyi. Bisa bersalawat)," kata Gus Ipul.
Dengan memegang tangan Arif, Gus Ipul itu melantunkan salawat. Arif yang lemah terbaring hanya bisa mengucap lirih seperti ingin menirukan bacaan salawat.
Gus Ipul juga sempat menanyakan apa permasalahan dan kondisi penyakit yang diderita Arif kepada Wakil Direktur RSU dr Setomo, dr Joni Wahyuhadi, SpBS dan dr Hendrian, dokter spesialis bedah syaraf.
"Semoga Arif lekas sembuh," harapnya. (roi/ugik)










































