Program KB di Jatim Sukses Tekan Laju Pertumbuhan Penduduk

Program KB di Jatim Sukses Tekan Laju Pertumbuhan Penduduk

Rois Jajeli - detikNews
Kamis, 17 Nov 2016 19:56 WIB
Program KB di Jatim Sukses Tekan Laju Pertumbuhan Penduduk
Foto: Istimewa
Jember - Program keluarga berencana (KB) di Jawa Timur dinilai berhasil. Laju pertumbuhan penduduk di Jatim dapat ditekan menjadi 0,61 persen, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan penduduk secara nasional yang mencapai 1,49 persen.

Sedangkan rata-rata anak dalam satu keluarga atau Total Fertility Rate (TFR) di Jatim sebesar 1,9. Sedangkan tingkat nasional, TFR mencapai 2,6.

"Keberhasilan ini patut kita syukuri, karena angka pertumbuhan penduduk di Jawa Timur lebih rendah dibandingkan nasional. Angka TFR di Jatim juga lebih rendah (dari tingkat nasional)," kata Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf di sela acara Temu Kader Kampung KB di GOR Kaliwates, Kabupaten Jember, Kamis (17/11/2016).

Dalam Temu Kader KB itu, wagub yang akrab disapa Gus Ipul mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader KB di seluruh Jawa Timur. Serta tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional).

Program KB di Jatim Sukses, Pertumbuhan Penduduk Lebih Rendah Dibandingkan NasionalFoto: Istimewa
Katanya, Temu Kader Kampung KB ini diharapkan mampu memperkuat komitmen, meningkatkan keterampilan dan silaturrahim para kader KB. Serta mewujudkan program-program yang dicanangkan Presiden.

"Kita targetkan, bagaimana seluruh kecamatan punya kampung KB. Tapi kendala yang kita hadapi saat ini, minimnya sumber daya manusia, karena belum semua desa punya kader KB," tuturnya.

Kesuksesan sebuah bangsa karena didukung kualitas sumber daya manusia yang unggul. Menurutnya, ada tiga ciri manusia unggul. Pertama, memiliki rasa cinta. Bagi orang yang beragama Islam, harus memiliki cinta kepada Allah, cinta kepada rasulNya,

"Juga cinta kepada pasangan dan keluarganya. Dengan cinta, kita bisa melakukan sesuatu yang kita anggap tidak mampu," tuturnya.

Ciri kedua, harus memiliki daya saing kompetitif. Tanah air yang kaya adalah sebuah keunggulan komparatif.

"Untuk itu, kami mengajak semua masyarakat untuk meningkatkan keterampilan yang dimiliki, termasuk keterampilan dan pengetahuan KB. Saya minta kader KB harus terus bersemangat," paparnya.

Ciri ketiga manusia unggul yakni, memiliki disiplin yang tinggi. Karena kedisiplinan mampu menciptakan keberhasilan dan keunggulan.

"Saya berharap pada kader KB untuk menerapkan disiplin mulai dari diri sendiri hingga lingkungan terdekat," katanya.

"Dan saya juga berpesan bagi pasangan muda, agar ikut membina keluarga remaja. Sedangkan yang tua, silakan ikut membina keluarga lansia, sehingga kebahagiaan bisa terus terjaga," jelasnya.

Mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal ini juga berpesan kepada seluruh kader KB untuk lebih bersemangat, meski anggarannya minim.

"Saya juga berharap kepada kesadaran masyarakat akan pentingnya KB. KB bukan hanya urusannya pemerintah, BKKBN, kader KB, tapi juga menjadi urusan kita semua. Bagi keluarga yang sudah memiliki dua anak, nanti akan diberikan layanan dan dipermudah untuk bisa ikut program KB," tandasnya. (roi/bdh)
Berita Terkait