Keberangkatan 100 KK peserta transmigrasi dilepas oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, di wisma transito Dinas tenaga kerja transmigrasi dan kependudukan (Disnakertransduk) Jawa Timur, Margorejo, Rabu (9/11/2016).
"Para transmigran ini adalah pahlawan yang berkontribusi dalam menciptakan bagi pertumbuhan ekonomi baru, mengurangi pengangguran, mempersempit kesenjangan, memperkuat ketahanan pangan, dan juga bisa mewujudkan persebaran penduduk yang lebih merata," kata Saifullah Yusuf di sela pelepasan keberangkatan peserta transmigrasi di wisma Transito Disnakertransduk Jatim.
Wagub Jatim yang akrab disapa Gus Ipul menyampaikan tiga pesan ke peserta transmigrasi. Pertama, para peserta transmigrasi harus menguatkan tekad. Katanya, mayoritas transmigran pada umumnya menjadi keluarga sukses dan kesejahteraannya meningkat.
"Silahkan mengambil inspirasi dan belajar kepada transmigran yang sukses," tuturnya sambil menambahkan, totalitas dari tekad yang kuat.
Pesan kedua yakni, mengikuti dan menghormati peribahasa 'Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung'.
"Artinya, hormati budaya dan adat istiadat di tempat tujuan (transmigrasi)," terangnya.
Pesan ketiga yakni, peserta harus disiplin dan penuh tanggungjawab dalam semua urusan. "Biasakan menabung, manfaatnya akan terasa di masa akan datang," tandasnya.
Sementara Kepala Disnakertransduk Jatim Sukardo mengatakan 100 KK peserta transmigran ke Kalimantan Utara terdiri dari 309 jiwa. Mereka dari Wisma Transito diberangkatkan ke kawasan Tanjung Buka, Bulungan, Kaltara melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
"100 KK ini berasal dari 10 daerah kabupaten dan kota di Jawa Timur," tuturnya sambil menambahkan, peserta dari Ngawi sebanyak 30 KK, Madiun sebanyak 15 KK, Magetan 10 KK, Ponorogo 10 KK, Tulungagung 5 KK, Nganjuk 10 KK, Kediri 4 KK, Pacitan 5 KK, Malang 5 KK dan Lumajang 6 KK.
"Di Bulungan nanti, para transmigran akan bergabung dengan ratusan transmigran lainnya dari Jawa Timur sejak 2012 lalu, yang ditempatkan secara bertahap di sana," terangnya.
Mereka telah berhasil dalam bercocok tanam. Bahkan, tahun ini surplus beras hingga mencapai sekitar 350 ton. "Sampai kewalahan akhirnya berasnya dibeli oleh PNS di Bulungan," tuturnya.
Program transmigran disambut baik oleh warga Jawa Timur. Dari catatan Disnakertransduk Jatim, saat ini ada 2.859 KK yang masih antre untuk berangkat transmigrasi.
Katanya, setiap tahun diberangkatkan sekitar 550 KK. Artinya terjadi antrean keberangkatan transmigran selama 6 sampai 7 tahun. "Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Kami berharap ada penambahan anggaran agar antrean tidak lagi panjang," tandasnya. (roi/fat)










































