Mabrur (19) belum bisa ditemukan bersama enam santri Pondok Pesantren Langitan, Widang, Tuban. Mabrur yang berasal dari Desa Ngampal, Kecamatan Sumberejo, Bojonegoro merupakan santri yang belajar agama di pondok yang kharismatik itu.
Begitu mendapat kabar musibah yang dialami anaknya, Anwarudin segera bergegas ke Ponpes Langitan. Ia datang bersama kerabatnya yang memilih menuju ke Mapolsek Babat.
Ini Harapan Keluarga Santri Langitan Korban Perahu Tenggelam di Babat |
18 Santri yang selamat beristirahat di Musholla Polsek Babat sambil berdoa semoga temannya segera ditemukan. Diantara para santri yang selamat dijenguk pihak keluarga.
Choirul Anam dan 6 temannya yang selamat hanya bisa berdoa bagi tujuh santri lain yang belum ditemukan dalam keadaan baik. "Kami mendoakan kawan lainnya yang dicari sekarang dalam keadaan selamat dan segera ditemukan," harap Anam.
Ini Harapan Keluarga Santri Langitan Korban Perahu Tenggelam di Babat |
Musibah perahu yang ditumpangi 25 santri ini tenggelam di sekitar jembatan Widang Babat. Tim SAR gabungan seharian melakukan pencarian dengan menyisiri Bengawan Solo dengan perahu karet. Pencarian kembali dilanjutkan Sabtu karena sudah malam. (ugik/ugik)












































Ini Harapan Keluarga Santri Langitan Korban Perahu Tenggelam di Babat
Ini Harapan Keluarga Santri Langitan Korban Perahu Tenggelam di Babat