Tim Polda Jatim tiba di lokasi didampingi Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifudin, berserta jajarannya. Kasus kecelakaan ini merupakan peristiwa kecelakaan menonjol, yang terjadi dua kali di wilayah hukum Polres Probolinggo, setelah kasus kecelakaan di Tongas yang mengakibatkan 18 orang tewas.
"Kami memang perlu melakukan olah TKP di tempat kecelakaan yang menewaskan tujuh orang ini. Karena kasus kecelakaan ini kasus yang sangat menonjol dan perlu penyelidikan intensif," kata Kasudit Kamsel Dirlantas Polda Jatim AKBP Agus Widodo, kepada wartawan di lokasi, Minggu (4/9/2016).
Dia menjelaskan, penanganan kasus kecelakaan ini tidak mudah. Untuk kebutuhan pemeriksaan, benar-benar penuh ketelitian. Selain dilakukan olah TKP, kata dia, pihaknya segera melakukan Traffic Accident Analisis di lokasi kejadian.
"Kami meminta kepada petugas lalu lintas di Jawa Timur khususnya, agar meningkatkan pengawasan dan pemantauan di titik rawan kecelakaan," ujarnya.
Tujuh orang menjadi korban kecelakaan truk trailer muat tembakau dan mobil Kijang yang ditumpangi korban, di Jalan Raya Desa Malasan, Kecamatan Tegalsiwalan, Probolinggo, Sabtu (3/9) sore. Dari 7 korban, 6 orang masih terikat pertalian keluarga.
Mereka adalah Margono (68) dan istrinya Murniasih (63). Kemudian putri mereka Desi Wulandari (38) dan suaminya, Busrianto (38). Selain itu, dua anak pasangan Desi - Busrianto, Salsa (3) dan Sita (1,5) juga meninggal beberapa saat setelah mendapat perawatan di rumah sakit.
(fat/fat)










































