Rudi Wiyanto (28), pencari rumput adalah orang yang pertama kali menemukan mayat diketahui berjenis kelamin perempuan tersebut. Polisi datang ke lokasi dan melakukan olah TKP tak menemukan identitas dari mayat diperkirakan berusia di bawah 30 tahun.
Keterangan yang dihimpun detikcom, keberadaan mayat ditemukan Rudi secara tidak sengaja. Warga mengetahui ketika hasil merumput tengah di bawahnya terjatuh.
"Pas jatuh, mau mengambil tahu ada tubuh tertutup rerumputan. Setelah dilihat dari dekat ternyata mayat, karena tidak bergerak. Kemudian melapor ke aparat desa," jelas Sukarlan, kerabat Rudi saat ditemui detikcom di lokasi kejadian.
Untuk bahan penyelidikan, polisi membawa Rudi ke Mapolsek Dau untuk dimintai keterangan. Sementara dari hasil olah TKP, diketahui mayat perempuan naas itu telah membusuk hingga sangat sulit dikenali. Saat pertama kali ditemukan dalam posisi miring didalam parit yang memisahkan ladang tebu milik warga.
"Diperkirakan meninggalnya sudah dua atau tiga hari yang lalu. Tanpa identitas dan berjenis kelamin perempuan," tegas Kasatreskrim Polres Malang AKP Adam Purbantoro ditemui terpisah.
Masih di sekitar lokasi kejadian, polisi menemukan sepasang sepatu hitam perempuan warna hitam dan helm dengan warna yang sama. Diduga kuat, kedua barang tersebut adalah milik korban.
"Ada sepasang sepatu hitam, helm dan alat kosmetik berupa lipstik dan kaca kecil. Sementara kami menduga itu merupakan barang milik korban," beber Adam.
Masih, kata Adam, untuk memastikan penyebab kematian korban, pihaknya membawa jasad tersebut ke rumah sakit. "Adanya luka atau penyebab kematian nanti menunggu hasil forensik," sambungnya.
Penemuan mayat perempuan ini membuat gempar warga setempat. Sebab, lokasi penemuan sangat jauh dari pemukiman penduduk. Kehadiran polisi untuk melakukan olah TKP menjadi sorotan warga dengan mendatang lokasi kejadian. Police line harus dipasang untuk mengamankan lokasi penemuan mayat. (fat/fat)











































