Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengeluarkan arahan terbaru mengenai pasokan uranium yang diperkaya milik Teheran. Dalam arahannya, Mojtaba menegaskan bahwa uranium diperkaya yang nyaris mencapai level senjata, tidak seharusnya dikirimkan ke luar negeri.
Arahan terbaru itu, seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Jumat (22/5/2026), disampaikan oleh dua sumber senior Iran, yang enggan disebut namanya. Arahan Mojtaba ini mempertegas sikap Teheran terhadap salah satu tuntutan utama Amerika Serikat (AS) dalam perundingan damai yang dimediasi oleh Pakistan.
Perintah Mojtaba itu bisa semakin membuat frustrasi Presiden AS Donald Trump dan mempersulit perundingan untuk mengakhiri perang yang berkecamuk sejak akhir Februari lalu.
"Arahan pemimpin tertinggi, dan konsensus di dalam pemerintahan, adalah agar pasokan uranium yang diperkaya tidak boleh meninggalkan negara ini," ungkap salah satu dari dua sumber senior Iran, yang menolak disebut namanya karena sensitivitas masalah ini.
Para pejabat tinggi Iran, menurut kedua sumber senior tersebut, meyakini bahwa pengiriman uranium diperkaya itu ke luar negeri akan membuat Teheran lebih rentan terhadap serangan AS dan Israel di masa depan.
Mojtaba, yang menggantikan mendiang ayahnya Ayatollah Ali Khamenei sejak awal Maret lalu, berhak menentukan keputusan akhir untuk masalah-masalah kenegaraan Iran yang paling penting.
Para pejabat Israel mengatakan bahwa Trump telah meyakinkan Tel Aviv jika pasokan uranium yang sangat diperkaya milik Teheran, yang dibutuhkan untuk membuat senjata nuklir, akan dikirimkan keluar dari Iran. Disebutkan juga bahwa kesepakatan perdamaian apa pun harus mencakup klausul tentang uranium itu.
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa dirinya tidak akan menganggap perang telah berakhir, hingga uranium diperkaya dikeluarkan dari wilayah Iran, juga Teheran harus mengakhiri dukungan untuk milisi proksi dan menghilangkan kemampuan rudal balistiknya.
Gedung Putih belum mengomentari laporan tersebut. Kementerian Luar Negeri Iran juga belum memberikan tanggapan langsung.
Namun Trump bersumpah menyatakan AS akan mendapatkan persediaan uranium yang diperkaya milik Iran, meskipun Teheran menegaskan tidak akan menyerahkan material tersebut.
"Kita akan mendapatkan uranium yang sangat diperkaya; kita akan mendapatkannya," tegas Trump saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, pada Kamis (21/5).
Trump juga kembali menegaskan bahwa AS tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA), pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), memperkirakan bahwa Iran memiliki sekitar 440,9 kilogram pasokan uranium yang diperkaya hingga level 60 persen, ketika AS dan Iran membombardir fasilitas nuklir Teheran pada Juni 2025 lalu.
Tidak diketahui secara jelas soal berapa banyak pasokan uranium Iran yang berhasil selamat dari pengeboman itu.
Simak juga Video 'Mojtaba Khamenei Sebut Iran Tak Ingin Perang, Tapi Ogah Tunduk!':











































