Branch Manager Yayasan Habitat for Humanity (HFH) Surabaya Andri Gunawan mengaku kawasan tersebut dipilih dengan pertimbangan kawasan padat penduduk dengan jumlah keluarga pra sejahtera paling banyak.
"Ada banyak persyaratan untuk membangun perkampungan baru yang layak huni. Diantaranya lahan harus milik pribadi, ada space lahan untuk perluasan, kawasannya benar-benar minus dengan hunian berdinding bambu yang semuanya terlokalisasi di satu titik," jelasnya di sela peninjauan pembangunan Kampung Alfamart, Senin (15/8/2016).
Diakuinya, untuk pengajuan renovasi rumah di kawasan tersebut mencapai ratusan. Namun yang lolos seleksi tidak sampai 100 unit.
"Setiap kepala keluarga yang memenuhi syarat setelah disurvei akan dibangunkan rumah layak huni berukuran 6,5x5 meter. Namun untuk pembangunan ini tidak mencakup fasilitas umum seperti listrik, PDAM serta telepon," tambahnya.
Sementara Deputy Branch Manager Alfamart Sugiharto Suwondo mengatakan rumah tersebut dibangun dari uang receh atau kembalian belanja konsumen di Alfamart yang dihimpun selama periode 1-31 Maret 2016.
"Kami berterima kasih atas partisipasi masyarakat yang selama ini mendonasikan uang kembalian belanjanya, ada banyak masyarakat prasejahtera yang bisa menerima manfaatnya," katanya.
Pembangunan yang berjalan dalam beberapa tahap dan difasilitasi oleh HFH diperkirakan akan rampung keseluruhan dan diresmikan bersama Bupati Gresik, Januari 2017.
"Total donasi konsumen yang terhimpun selama sebulan periode tersebut secara nasional sekitar Rp 2,136 miliar, dan dikhususkan untuk pembangunan Kampung Alfamart Gresik ini. Secara nasional, Kampung Alfamart ini adalah yang ketiga setelah di Semarang dan Batam," tandasnya.
(fat/fat)










































