Kabupaten Pasuruan Bangun Kampung Susu

Muhajir Arifin - detikNews
Minggu, 24 Jul 2016 16:06 WIB
Kampung Susu di Pasuruan/Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Kabupaten Pasuruan segera memiliki Kampung Susu. Desa Kayukebek Kecamatan Tutur dipilih sebagai lokasi lantaran potensi peternakan sapi perah di kawasan agrowisata tersebut sangat tinggi.

"Di desa ini kami telah membangun Sentra Peternakan Rakyat (SPR) Sapi Perah yang merupakan satu-satunya di Indonesia. SPR merupakan potensi lokasi ini jadi Kampung Susu," kata Edi Nurhadi, Sekretaris Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan, Minggu (24/7/2016).

Nurhadi mengatakan keberadaan SPR tersebut memberikan kontribusi banyak bagi upaya Dinas Peternakan untuk menjadikan Desa Kayukebek sebagai Kampung Susu.

"Sudah hampir setahun SPR Sapi Perah diresmikan dan banyak sekali kegiatan yang sudah dilakukan di tempat tersebut, mulai dari pembinaan peternak hingga penyuluhan langsung kepada masyarakat," terangnya.

Sebelum Kampung Susu benar-benar dibuka, Dinas Peternakan melakukan pembinaan kelembagaan sebagai salah satu persyaratan atau indikator sebuah desa dapat disebut sebagai Kampung Susu.

"Jumlah peternak ada sekitar 500 yang tergabung dalam kelompok SPR Bangkit Bersama. Mereka menernak sapi sebanyak 1500 an ekor, dan itu cukup sebagai indikator utama sebuah desa bisa menjadi Kampung Susu dimana minimal jumlah sapi minimal 1000 ekor," terangnya.

Selain kesiapan kelembagaan dan populasi sapi perah, dinas juga mendapat dukungan anggaran dari APBN sebesar Rp 1 miliar. Anggaran tersebut untuk pengembangan SPR Sapi Perah itu sendiri, mulai dari pembangunan gedung pengolahan susu, pasteurisasi dan sarana prasarana lainnya, hingga penyuluhan dan gaji karyawan.

"Diperkirakan akhir tahun akan cair. Kalau sudah, maka akan langsung kami pergunakan," pungkasnya.

Untuk diketahui potensi sapi perah di Kabupaten Pasuruan mencapai 85.000 ekor pada 2015. Selain di Tutur, peternak sapi perah tersebar di Kecamatan Lumbang, Nguling, Lekok, Grati, Puspo dan Pasrepan.

Kabupaten Pasuruan juga memiliki UPTD Budidaya Ternak sebagai pusat pengembangan dan penelitian sapi dan kambing maupun sebagai wisata edukasi. (fat/fat)