Pembunuhan Seorang Pemuda di Jember Diotaki Sang Pacar

Pembunuhan Seorang Pemuda di Jember Diotaki Sang Pacar

Yakub Mulyono - detikNews
Jumat, 22 Jul 2016 20:53 WIB
Jember - Satuan Reserse Kriminal Polres Jember, akhirnya berhasil meringkus 4 pelaku yang membantai Fauzi (25), warga Desa Gambirono, Kecamatan Bangsalsari. Fauzi ditemukan tewas di tepi irigasi sungai di Dusun Pucu'an, Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro, Kamis (21/7) sekitar pukul 21.00 WIB.

Pelaku yang ditangkap berjumlah 4 orang. Dua pelaku bertindak sebagai eksekutor, dan dua lainnya sebagai perencana. Yang cukup mengejutkan, otak pelaku itu adalah Holifah (23) warga Desa Klatakan, Kecamatan Tanggul, yang tak lain pacar korban. Padahal sebelum perampasan disertai pembunuhan itu dilakukan, Holifah sempat menggelar pesta Miras bersama korban.

"Tidak sampai 24 jam, anggota kita berhasil menangkap semua pelaku yang berjumlah 4 orang, yakni dua laki-laki dan dua perempuan. Salah satu pelaku yang perempuan, merupakan perencana dalam kasus tersebut," kata Kapolres Jember AKBP Sabilul Alif, di Mapolres Jember, Jumat (22/7/2016) petang.

Menurut Sabilul, tersangka Holifah sengaja mengajak korban untuk menggelar pesta Miras dengan memilih lokasi yang sepi. "Termasuk yang menentukan lokasi pesta Miras ini adalah H (Holifah, red)," jelasnya.

Usai pesta Miras, kedua eksekutor yakni Nurhadi (35) dan Didik Mulyono (20) keduanya warga Desa/Kecamatan Jatiroto, Lumajang, datang dan langsung membantai korban.

"Setelah membacok korban, kedua eksekutor ini langsung membawa kabur motor korban yakni sepeda motor Honda Beat," tegas Sabilul.

Atas pengungkapan itu, Sabilul menegaskan bahwa tidak akan ada begal selamat yang beraksi di Jember. "Karena sampai kapan pun, anggota kita akan terus melakukan pengejaran sampai dapat," pungkasnya.

Sementara itu, tersangka Holifah mengaku bahwa dirinya kesal dengan korban karena pernah melontarkan kata yang menyakitkan. "Sebenarnya saya tidak ingin membunuhnya, hanya mau merampas motornya. Tapi entah kenapa mereka (tersangka Nurhadi dan Didik Mulyono) malah membunuhnya," kata Holifah.

Sementara rekannya, Umi Ahadiyah (32) yang juga tersangka dalam kasus itu, mempersiapkan rumah sekaligus ikut memberikan ide, selama menyusun rencana perampasan disertai pembunuhan itu. "Jujur saya menyesal melakukan itu, tapi semua sudah terjadi," kata Holifah yang kondisinya sedang hamil 3 bulan. (bdh/bdh)
Berita Terkait