Penyebabnya adalah hujan deras sepanjang malam dan meluapnya aliran air Sungai Setail. Tak hanya itu, air rob dari laut menambah parah genangan air. Paling parah menimpa ratusan rumah di RT 1, RW 5. Beruntung tak ada korban jiwa akibat banjir ini.
"Air mulai naik dan masuk rumah sekitar pukul empat subuh," kata Yuliani (30), salah satu warga yang rumahnya terendam banjir, Senin, (18/8/2016).
Menurut Yuliani, banjir ini merupakan kali kedua menimpa desanya. Kali ini terhitung paling tinggi, hingga masuk rumah dan merendam perabotan rumah, seperti kasur, kursi, dan perabotan dapur.
"Kalau yang pertama (banjir) tak setinggi ini. Kalau sekarang air sudah masuk rumah," pungkasnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi langsung melakukan reaksi cepat terhadap banjir tersebut. Bersama tim unit cepat langsung mendatangi lokasi banjir dan melakukan evakuasi terhadap korban banjir di Desa Wringinputih.
"Kami langsung lakukan evakuasi korban yang terendam dengan perahu karet. Kita sudah standby mulai dinihari tadi. Ada kabar banjir kita langsung gerak," ujar Juru bicara BPBD Banyuwangi, Eka Muharram kepada detikom.
Menurutnya, sedikitnya ada 246 rumah terendam banjir. Sedikinya 300 Kepala Keluarga (KK) yang mengalami kerugian dengan estimasi Rp 150 juta. Saat ini, lanjut Eka, BPBD Banyuwangi telah membuka dapur umum untuk membantu korban banjir.
"Banjir sudah tinggal 20 cm. Kita masih siaga di lokasi sekitar banjir," pungkasnya. (fat/fat)











































