Turun dari Bandara Juanda, Jonan langsung menuju ke Pelabuhan Tanjung Perak. Sebenarnya ada enam kapal yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak, namun sebagian sudah berangkat.
Yang tersisa adalah KM Niki Sae dan KM Umsini. Jonan sendiri masuk ke KM Umsini milik Pelni. Di dalam kapal, Jonan berbonceng dengan sejumlah penumpang. Tak ada keluhan yang dilontarkan penumpang. Jonan juga tak komplain soal kamar penumpang.
Jonan merasa KM Umsini sudah sesuai dengan kapasitas, karena tak ada penumpang kapal yang keleleran. Hanya saja Jonan mengeluhkan soal AC kapal jurusan Flores-Tanjung Pinang tersebut yang dirasa kurang berhembus.
"Dek-nya bersih, toiletnya kayaknya bersih. AC-nya kurang terasa," ujar Jonan kepada wartawan, Senin (11/7/2016).
Jonan juga memberikan masukan untuk sekoci KM Umsini. Di Tanjung Priok, Jonan melihat sekoci KM Umsini bisa diturunan dengan lancar. Tetapi mesin yang digunakan masih model lama, yakni masih diengkol. Bila terjadi sesuatu dengan kapal dan dalam situasi gelombang tinggi, Jonan yakin mesin model lama itu tak akan bisa digunakan.
"Kalau docking saya minta mesin penurun sekoci itu diganti dengan yang mudah dioperasikan," kata Jonan.
Saat meninjau di Stasiun Pasar Turi. Tak ada banyak kata yang terlontar dari Jonan. Jonan merasa pelayanan kereta api sudah baik. Jonan terlihat hanya menyapa dan berbincang dengan penumpang serta petugas keamanan. Dari Stasiun Pasar Turi, Jonan melanjutan tinjauannya di Terminal Purabaya. (iwd/fat)











































