"Kisi-kisinya akan disampaikan bahwa Islam tidak mengajarkan seperti radikalisme, tidak ada", ujar M Zuhri, Kepala Kantor Kementerian Agama setempat di Kantor Pendidikan dan Latihan, Jl Samanhudi, Senin (25/4/2016) siang.
Dirinya menyambut baik kegiatan yang dihelat Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkab Pacitan. Nantinya para pembawa syiar harapkan mampu menyampaikan dua pesan sekaligus. Yakni Dakwah Islamiyah dan Bela Negara.
Dalam hal berdakwah, para dai diminta menyuguhkan wajah Islam yang penuh rahmat bagi alam semesta. Sebab diakuinya, pencitraan buruk akibat pemberitaan media kerap menimbulkan pengertian salah terhadap agama samawi ini.
"Sebagaimana ada gambar-gambar orang Islam menyembelih sesama muslim, Islam jelas-jelas tidak seperti itu", tandasnya.
Terkait kemungkinan tumbuhnya gerakan radikal di Pacitan, Zuhri mengakui sejauh ini belum ada informasi. Hanya saja, semua pihak tidak boleh lengah.
Apalagi, daerah berjuluk Kota 1001 Gua berbatasan langsung dengan daerah lain baik di Jawa Timur maupun Jawa Tengah. Sikap santun yang merupakan ciri khas warga berpotensi dimanfaatkan orang tidak bertanggungjawab menyebarkan kekerasan.
Kegiatan yang dibuka langsung Sekretaris Daerah Suko Wiyono, dijadwalkan berlangsung secara berkala. Gelombang pertama menghadirkan peserta para dai dari Kecamatan Kota. Selanjutnya, pelatihan akan diberikan merata untuk para pendakwah di seluruh desa di 12 wilayah kecamatan.
"Kami sudah programkan semua dai akan mendapat kesempatan mengikuti pelatihan," terang Sekda Suko Wiyono kepada detikcom. (fat/fat)











































