Kapolsek Gedeg AKP Heri Susanto mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 11.30 Wib. Saat kejadian, 4-5 pekerja yang sedang melakukan pengelasan mesin pendingin. Diduga percikap api las yang menjadi pemicu kebakaran.
"Memang tadi ada pekerjaan las di mesin yang terbakar. Namun, kami belum bisa menyimpulkan karena masih proses penyelidikan," kata Heri kepada wartawan di lokasi.
4 Unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api. Dalam waktu sekejap, kata Heri, api menghanguskan elemen plastik dan selang air yang ada di dalam mesin pendingin tersebut. Beruntung api bisa dipadamkan sebelum menjalar ke empat unit Cooling tower lainnya.
"Tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam musibah ini. Karena pekerja berlarian saat mesin mulai terbakar," ujarnya.
Setelah api dipastikan padam, anggota Polsek Gedeg yang datang ke lokasi memasang garis polisi di mesin pendingin yang terbakar.
Sekretaris Umum PG Gempolkrep Azis Rahman menjelaskan, mesin pendingin air yang terbakar belum beroperasi. Pasalnya, mesin yang berfungsi menyedot dan mendinginkan air dari Sungai Brantas sebagai pendingin mesin giling itu sedang dalam pengerjaan oleh pihak ke tiga, PT Asri.
"Rencananya akan kami fungsikan untuk musim giling pertengahan Mei nanti bersama empat mesin lainnya. Namun, mesin itu masih dalam pengerjaan pihak ke tiga, belum diserahkan ke kami. Sehingga efek musibah ini kecil sekali bagi PG Gempolkrep," terangnya.
Azis memastikan, bagian mesin pendingin yang terbakar hanya elemen plastik dan selang penyalur air. Sedangkan kotak penutup dan kerangka mesin yang terbuat dari besi dan baja dalam kondisi utuh. Namun, pihaknya belum bisa memastikan penyebab terbakarnya cooling tower tersebut.
"Untuk kepastian penyebabnya kebakaran kami serahkan ke penyelidikan polisi. Kami akan koordinasi dengan pihak ke tiga agar mesin cepat selesai dan bisa beroperasi saat musim giling nanti," pungkasnya. (fat/fat)











































