detikNews
Jumat 04 Maret 2016, 14:13 WIB

609 Ton Buah Ilegal Gagal Diselundupkan

Imam Wahyudiyanta - detikNews
609 Ton Buah Ilegal Gagal Diselundupkan Foto: Imam Wahyudiyanta
Surabaya - Sebanyak 34 kontainer 40 feet ditahan di Terminal Petikemas Surabaya (TPS). Puluhan kontainer berisi 609,9 ton buah jeruk, pir dan apel itu ditahan karena pemeriksaan dokumen dan fisik tidak ada kesesuaian.

"Ini jeruk dari Cina, ditutupi dengan pir dan apel," ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat melakukan kunjungan ke TPS, Jumat (4/3/2016).

Amran mengatakan, sebenarnya yang hendak diimpor oleh PT DPMĀ adalah jeruk. Tetapi karena harga jeruk yang lebih mahal, maka importir asal Jakarta itu mengaburkan dengan menulis buah pir dan apel dalam dokumennya.

"Ditutupi dengan dengan pir dan apel tapi di dalam kontainer isinya jeruk," kata Amran.

Amran menyebut, potensi kerugian yang diamankan dari importasi buah ilegal ini adalah Rp 2,2 triliun. Potensi itu berasal dari potensi kerugian petani yang terjadi bila telur dan larva lalat buah yang terbawa di dalam buah jerul ilegal itu menjangkiti tanaman jeruk dalam negeri.

Sementara Kepala Bidang Karantina Tumbuhan Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya Imam Djajadi mengatakan, kontainer berisi buah ilegal tersebut pertama kali datang pada 5 Januari 2016. Berturut-turut kemudian kontainer lain datang hingga 11 kali kedatangan.

"Kondisi buahnya sudah mulai membusuk," ujar Imam.

Imam mengatakan, dari 609 ton buah di dalam 34 kontainer, komposisinya adalah pir 20 %, apel 34 %, dan jeruk 46 %. Jeruk adalah komposisi yang terbanyak karena tujuan utama importir memang adalah jeruk. Jenis jeruk yang diimpor adalah ponkam dan murcot.

Keranjang dan kardus jerus memang disamarkan dengan cara diletakkan di bagian belakang kontainer. Di depan, berderet kardus pir dan apel yang secara otomatis menutupi keranjang dan kardus jeruk.

"Di bagian depan kontainer dideretkan 4-6 kardus pir atau apel untuk menutupi keranjang dan kardus di belakangnya," tandas Imam.

Kasus importasi buah ilegal itu melanggar pasal 5 UU Nomor 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan, dan tumbuhan dengan ancaman pidana paling lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp 150 juta atau dengan pidana penjara paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp 50 juta sesuai pasal 31 UU Nomor 16 tahun 1992.

  • 609 Ton Buah Ilegal Gagal Diselundupkan
    Foto: Imam Wahyudiyanta
  • 609 Ton Buah Ilegal Gagal Diselundupkan
    Foto: Imam Wahyudiyanta

(iwd/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com