"Gafatar mendaftarkan kepengurusan periode 2011-2015 sebagai Ormas," kata Kepala Bakesbangpol Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, Rabu (13/1/2016).
Menurut Yudha, setelah periode kepengurusan purna, Gafatar Pasuruan tak mendaftarkan lagi kepengurusan periode selanjutnya.
"Untuk periode selanjutnya tak didaftarkan lagi," jelas Mantan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan ini.
Pihaknya mengaku tak menduga jika organisasi yang belakangan jadi perbincangan karena dianggap bertanggung-jawab atas laporan banyaknya orang hilang mengganti nama Negara Karunia Semesta Alam (NKSA) ini memiliki berhubungan dengan Negara Islam Indonesia (NII).
"Mereka mendaftar sebagai Ormas. Secara normatif kalau sudah melengkapi persyaratan maka kewajiban kita mengakomodir. Kegiatan-kegiatan mereka juga kegiatan kemasyarakatan," terang Yudha.
Yudha mengaku tidak hafal nama-nama pengurus Gafatar Pasuruan. Pihaknya juga mengaku tak pernah diundang dalam setiap kegiatan organisasi tersebut. "Yang pasti kantornya di Desa Beji," pungkasnya.
Sampai hari ini di Pasuruan belum ada laporan orang hilang yang diduga terkait Gafatar.
(fat/fat)











































