Sementara data dari seismograph menunjukkan, gempa tremor terus menerus dengan amplitudu maksimal kisaran 1 sampai 6 milimeter, dominan 4 milimeter. Padahal sehari sebelumnya, amplitudo tremor menerus mencapai 7 milimeter.
Bahkan, suara gemuruh pada 12 jam terakhir tidak terdengar lagi. Gempa vulkanik yang tercatat seismograf sejak pukul 00.00 WIB, Sabtu (14/11/2015) dini hari sebanyak tiga kali. Dua kali gempa vulkanik dalam dan sekali gempa vulkanik dangkal.
Menurut Subhan, petugas pos pantau Gunung Bromo, secara visual ketinggian asap putih bertekanan rendah menjulang 100 hingga 150 meter, menuju arah barat daya atau daerah Pasuruan dan Malang.
Meski terjadi penurunan aktivitas, namun dengan karakter Bromo yang sulit ditebak membuat, pos pantau Gunung Bromo merekomendasikan jarang aman 1 Km dari bibir kawah.
"Saat ini aktivitas Gunung Bromo fluktuatif dan aktivitasnya cenderung turun," kata Subhan, saat dikonfirmasi.
Sementara itu saat ini status Gunung Bromo tetap pada level waspada. Rutinitas Gunung Bromo, 14 November 2015 visual C tr, A tn, su 12 c,brm. Jls, asap putih sedang tek lemah ta. 50 - 150 m dpk, seismik tgl 13 nop, tremor anak 0,5 - 6 mm dominan 3 mm, 1 kali vb anak 20 mm, lg 15 pk.07.22.27, 2 kali va anak 16 - 30 mm, sp 1,5 - 1,6 , lg 13 - 14 , pk. 02.06.15 - 05.44.38. (fat/fat)











































