Bahkan sebelum ada pesan singkat yang berisi teror pembunuhan itu, tersangka tidak jarang menghubungi ketiganya untuk menanyakan keberadaan.
"Dia sering menanyakan saya sedang liputan dimana," ujar wartawan Tv One Wawan Sugiarto atau yang akrab dipanggil Iwan pada detikcom, Rabu (11/11/2015).
Dari informasi yang dihimpun detikcom, sebelum kasus tambang pasir di Lumajang naik ke permukaan, tersangka memang diketahui ambil bagian dalam bisnis tambang pasir, namun tidak diketahui pasti perannya.
Seperti yang diketahui pada isi pesan teror juga disebutkan, ancaman pembunuhan dengan menggunakan bondet karena terkait pemberitaan masalah tambang pasir.
Sementara Rahman wartawan Kompas TV mengaku, sempat heran karena tiba-tiba tersangka meminta nomor handphonenya pada teman yang juga mengenali tersangka.
"Usai dia meminta nomor HP saya ke teman, berselang beberapa hari ada pesan teror tersebut," ucapnya.
Sedangkan Ahmad Arif Wartawan JTV, mengaku sudah memasrahkan kasus ini pada kepolisian dan berharap secepatnya tuntas.
"Sudah ditangani serius, semoga secepatnya tuntas," ujarnya.
Pantauan di lapangan, ketiga wartawan kini sudah terlihat melakukan liputan seperti biasanya. (bdh/bdh)











































