yang berhasil kabur.
"Ada sekitar 100 yang kabur. Mereka tahu jika kami hendak menggerebek mereka," ujar Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Manang Soebeti kepada wartawan, Rabu (21/10/2015).
Manang mengatakan, para WN asing tersebut kabur ke Bali. Adalah tugas Mabes Polri yang memburu mereka. Polrestabes Surabaya sendiri langsung menyegel delapan rumah yang menjadi lokasi kejahatan operasional mereka.
"Rumah kontrakan yang mereka sewa sudah kami police line," lanjut Manang.
Menang menambahkan bahwa pihaknya juga terus meminta keterangan dari pihak-pihak yang terhubung dengan mereka. Pihak-pihak itu adalah makelar property yang mencarikan rumah kontrakan bagi mereka. Selain itu, ketua RT dan RW dari lokasi tersebut juga akan dimintai keterangan.
"Masa mereka tidak curiga ada banyak WNI yang tinggal di satu rumah," tandas Manang.
Sebanyak 32 orang yang terdiri dari WN China dan Taiwan diamankan Polrestabes Surabaya pada Selasa (20/10/2015) dini hari. Mereka terlibat penipuan online dengan membobol kartu kredit. Kobannya adalah WN China dan Taiwan. Jaringan ini melakukan aksinya di Indonesia agar tidak mudah terlacak. (iwd/iwd)











































