Informasi yang dihimpun menyebutkan, bentrokan bermula saat bonek yang melintas wilayah Lamongan dikawal polisi mengejek warga di sepanjang perjalanan pulang. Peristiwa pelemparan terjadi sejak Minggu (18/10) hingga Senin (19/10/2015) dini hari.
Akibat ejekan ini, berlanjut dengan saling lempar batu antara bonek dengan warga. Polisi yang mengawal harus bekerja ekstra keras dengan peristiwa ini. Tercatat, 4 kali bentrokan antara bonek dengan warga di sepanjang jalan antara Babat hingga Perbatasan Lamongan-Gresik.
Seorang saksi dari pengguna jalan yang kebetulan melintas bernama Aris membenarkan aksi lempar batu dipicu saling ejek.
"Saat itu saya sedang akan berangkat kerja shift malam. Melihat itu saya pulang saja dari pada melanjutkan perjalanan. Melihatnya saja saya takut," kata Aris kepada wartawan.
Warga Lamongan lainnya, Rusmi mengaku geram dengan aksi antara bonek dan warga. Sebab toko dan rumahnya jadi korban lemparan batu. Meski tidak parah, rolling door tokonya penyok.
"Sempat deg-degan juga karena saat itu toko sudah tutup dan ada ramai-ramai kayak gitu di jalan," ungkapnya.
Informasi yang dihimpun, 1 suporter menjadi korban lemparan batu dan mengalami luka pada tangan kanan. Korban yakni Arianto, warga Balongsari-Surabaya. Dia sempat dirawat di Polres Lamongan.
Sedangkan 2 warga Lamongan yang juga jadi korban harus dirawat di RS Muhammadiyah Lamongan (RSML). Mereka warga Pucuk-Lamongan yakni Wahyu dan Barok. Wahyu luka sabetan benda tajam dan mendapat 9 jahitan. Barok mengalami luka di kepala, punggung dan tangan.
Wahyu menuturkan saat itu dirinya di tepi jalan dan tiba-tiba terkena lemparan batu dari atas kendaraan yang ditumpangi oleh suporter. Sedangkan Barok, berada di warung kopi dan tidak tahu apapun langsung mendapat sabetan benda tajam.
"Barok saat itu berada di warung dan tidak tahu apa-apa," kata Paman korban, Nasrudin, menunggu Barok di ICU RSML.
Sementara Kapolres Lamongan, AKBP Trisno Rahmadi membenarkan peristiwa itu. Pihaknya sudah menyarankan agar para suporter diarahkan untuk lewat jalur Jombang, saat berada di perbatasan Tuban-Lamongan, namun mereka tetap memaksa masuk Lamongan.
Polisi yang semula mengamankan 29 bonek dalam peristiwa ini sudah dipulangkan dalam pengawan. Namun 3 orang masih diperiksa. (fat/fat)










































