Sejak terbakar pukul 03.30 WIB, Jumat (9/10/2015) dini hari tadi, hingga pukul 11.30 belasan petugas pemadam dibantu personel polisi terlihat menyemprot air ke tumpukan kaleng berisi minyak goreng dan mentega.
"Susah matinya mas. Tumpukan kaleng ini berisi minyak goreng dan mentega," kata petugas berkaos BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) sembari memanggul pipa air.
Petugas BPBD itu berjibaku menyemprotkan air. Sementara sejumlah awak 3 unit mobil tanki milik BPBD dan satu unit Pemadam Kebakaran Pemkab Pamekasan terlihat stand by di halaman pasar.
"Saat air di dalam tanki mobil Damkar habis, kami bergantian menuangkan air kedalam tanki Damkar," aku sopir tanki BPBD Pamekasan yang berkacamata minus.
Sejumlah pedagang yang menjaga barang dagangannya di halaman pasar, terlihat menyesalkan kondisi peralatan pemadam kebakaran milik Pemkab Pamekasan. Seperti dikatakan H. Saiful, pedagang aneka busana, yang menyoroti kebaradaan satu unit Mobil Damkar milik Pemkab Pamekasan.
Saiful mengatakan, masih beruntung Pasar Kolpajung tidak terbakar seluruhnya. Pasar aneka busana dan peralatan rumah tangga di sisi utara dibelah dengan jalan selebar 3 meter dengan kios di sisi selatan yang terbakar.
"Mestinya pemerintah Pamekasan tak hanya memiliki satu unit mobil Damkar. Sudah satu unit, itupun ukurannya mobil kecil kapasitas 4 ribu
liter. Sudah saatnya pemerintah menambah satu unit mobil Damkar yang ukurannya lebih besar lagi," ujar Saiful.
Menurut Saiful, keberadaan mobil Damkar sangat penting bagi warga kota Pamekasan. Apalagi belakangan ini banyak bermunculan Ruko dan Mall yang berdiri di beberapa ruas jalan protokol kota Pamekasan. Belum lagi puluhan unit gudang tembakau yang rentan terbakar.
"Pemerintah harus stop membeli mobil dinas baru untuk para pejabatnya. Stop membangun kantor-kantor baru. Saatnya sekarang menambah mobil Damkar yang modern untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran," pinta Saiful. (fat/fat)











































