Ratusan Napi Rutan Situbondo Sumringah Dapat Bantuan Air Bersih

Ratusan Napi Rutan Situbondo Sumringah Dapat Bantuan Air Bersih

Ghazali Dasuqi - detikNews
Rabu, 30 Sep 2015 15:12 WIB
Ratusan Napi Rutan Situbondo Sumringah Dapat Bantuan Air Bersih
Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Ratusan napi Rutan Kelas II B Situbondo benar-benar dibuat sumringah, Rabu (30/9/2015). Tidak hanya karena disuguhi aneka hiburan, tetapi saaat bersamaan pihak Rutan juga mendapat bantuan pengadaan air bersih melalui pengeboran.

Pemberian kado istimewa itu dilakukan di tengah perayaan HUT ke-9 Forum Silaturahmi Mantan Tahanan dan Narapidana (Fosil Maharana) di Rutan Situbondo. Bantuan diserahkan langsung oleh pembina Fosil Maharana Jawa Timur H Abdul Hamid Wahid.

"Kami cukup senang mendapatkan bantuan pengadaan air bersih, karena selama ini debit air di Rutan memang masih kurang. Untuk mandi atau wudlu warga binaan terkadang masih harus antre. Kami sudah pernah mengajukan ke pemkab, tapi tetap tidak terelisasi dengan baik," ujar Toro Wiyarto, Kepala Rutan Situbondo usai menerima bantuan.

Keterangan yang dihimpun detikcom, ketersediaan air bersih di Rutan Situbondo selama ini cukup dikeluhkan warga binaan. Sebab, meski pompa air terus-menerus dihidupkan, namun ketersediaan air bersih dalam Rutan masih sering tidak mencukupi kebutuhan. Khususnya tengah malam, saat warga binaan hendak ambil air wudlu untuk menunaikan salat sunnah.

"Ya betul, karena kalau tengah malam air sering habis dibuat mandi sore warga binaan. Makanya kami senang sekali ada bantuan pengadaan air bersih ini," tutur Evi, salah satu warga binaan.

Selain memberi bantuan pengadaan air bersih, kegiatan Fosil Maharana juga dimaksudkan untuk membersihkan semangat kepada warga binaan. Karena negara sudah memberikan perhatiannya terhadap orang-orang yang tersisih. Termasuk kesempatan yang sama kepada mantan narapidana untuk berpartisipasi secara politis di panggung politik.

"Dengan semangat itu kami berharap warga binaan di sini terus menata dan menyiapkan masa depannya.Sehingga setelah bebas nanti tetap bisa diterima kembali di tengah-tengah masyarakat. Jadi, ini murni kegiatan sosial, bukan kampanye," tanda Abdul Hamid Wahid, yang juga menjadi salah satu calon bupati di Situbondo itu.

Salah satu fungsionaris Fosil Maharana Jawa Timur, Jumanto menegaskan, jika gugatannya atas pasal 7 huruf (g) UU nomor 8 tahun 2015 tentang hak-hak narapidana telah dikabulkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Dengan begitu, mantan narapidana memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mengabdi kepada bangsa dan negara lewat panggung politik.

"Dengan dikabulkannya gugatan itu, mantan napi sekarang sudah bisa tampil di panggung politik. Baik dengan mencalonkan diri sebagai anggota dewan, kepala desa, kepala daerah, bahkan juga mencalonkan presiden," tandas Jumanto yang sudah tiga kali keluar masuk penjara itu.

Pengamatan detikcom menyebutkan, acara silaturahmi dan perayaan HUT ke-9 Fosil Maharana yang dipusatkan di Aula Rutan Situbondo berlangsung cukup semarak. Sebanyak 149 warga binaan dihadirkan dalam acara tersebut. Mereka dihibur dengan musik dangdut dan hiburan lawak. Sesekali warga binaan juga diperkenankan untuk bergoyang.

Suasana semakin akrab, saat Ketua Badan Narkotika Kabupaten Situbondo, Rahmad, mengobral sawerannya terhadap sejumlah warga binaan. Baik warga binaan yang aksi goyangnya dinilai menarik perhatian maupun yang bisa menjawab pertanyaan seputar pasal-pasal dalam KUHP. (fat/fat)
Berita Terkait