"Penyebabnya belum bisa dipastikan, dugaan sementara akibat korsleting listrik di arena permainan anak di lantai dua. Sebab sumber api di tempat bermain anak itu," kata Komandan Kodim 0815 Mojokerto, Letkol Inf Djohan Darmawan kepada wartawan di lokasi, Senin (21/9/2015).
Dari pengamatan detikcom, saat ini petugas PMK masih melakukan pembasahan untuk mencegah api muncul kembali. Sementara Tim Inavis Polres Kota Mojokerto memasang garis polisi di lokasi kebakaran.
Djohan menambahkan, bagian Swalayan Sanrio yang terbakar adalah arena permainan anak dan gudang di lantai dua. Nampak dari luar, lokasi yang terbakar memang menyerupai kios sebab terdapat puluhan rolling door pada bagian depan bangunan tersebut yang dalam kondisi tertutup.
"Yang terbakar adalah arena permainan anak dan gudang. Mainan anak dijalankan dengan listrik sehingga besar kemungkinan terjadi korsleting listrik di tempat itu yang memicu api," tegas Djohan.
Djohan memastikan tidak ada korban dalam insiden kebakaran yang menghanguskan swalayan terbesar di Kota Mojokerto itu. "Tidak ada korban. Saat muncul api, petugas keamanan swalayan langsung menghalau karyawan dan pengunjung untuk menyelamatkan diri," imbuhnya.
Tak seperti biasanya, dalam insiden kebakaran di Swalayan Sanrio ini, puluhan personil TNI AD dari Kodim 0815 Mojokerto mendominasi pengamanan lokasi. Petugas kepolisian justru menjauh. Bahkan tak ada seorang pun perwira polisi dari Polres Kota Mojokerto yang bersedia diwawancarai wartawan.
Menanggapi hal itu, Djohan mengaku hanya sebatas membantu pengamanan lokasi dari potensi penjarahan oleh warga. "Setiap ada kejadian seperti ini kami langsung segera turun untuk membantu kesusahan masyarakat. Juga mengamankan lokasi dari potensi penjarahan," tandasnya.
Kebakaran yang terjadi di Swalayan Sanrio itu terjadi sekitar pukul 14.00 Wib. Api menghanguskan separuh lantai dua swalayan terbesar di Kota Mojokerto itu. Jalan Bhayangkara ditutup total saat proses pemadaman berlangsung. (bdh/bdh)











































