Selain rumah Soni, rumah terbakar adalah milik mertuanya, Wani alias Bu Jatmo (70), yang lokasinya berdampingan. Beruntung, tidak ada korban dalam musibah kebakaran yang terjadi di pemukiman padat penduduk tersebut. Dugaan sementara, api disebabkan korsleting di rumah Wani.
"Saya melihat api pertama kali membakar bagian depan rumah Bu Jatmo. Munculnya api di dekat meteran listrik, terus cepat menjalar ke rumah Soni," tandas Siti Wardani (48), tetangga korban.
Keterangan yang diperoleh detikcom, saat kebakaran terjadi semua penghuni rumah sedang keluar. Soni sendiri pergi bekerja, sedangkan istrinya Nur Laila (32), mengembala ternak di sawah. Sementara nenek Wani keluar rumah mencari kayu bakar untuk keperluan memasak. Saat dalam kondisi kosong itulah, rumah tiba-tiba terbakar.
"Saya tahunya rumah sudah terbakar. Padahal saya baru keluar mencari kayu bakar. Saya memang belum masak, makanya belum menyalakan api di dapur. Saya sedih, semua yang saya punya terbakar. Termasuk perhiasan emas yang saya eman-eman," tutur Wani sambil menangis.
Hampir satu jam amukan si jago merah membakar dua rumah tersebut. Upaya warga memadamkan api dengan peralatan seadanya tak banyak memberikan hasil. Api baru bisa dijinakkan setelah dua rumah sudah gosong dan rata dengan tanah. Kedatangan petugas pemadam kebakaran juga terlambat. Saat PMK tiba di lokasi kejadian, kondisi dua rumah itu sudah hangus.
"Dugaan sementara kebakaran akibat korsleting listrik. Tapi kepastiannya masih diselidiki. Sekarang Unit Identifikasi dari Polres masih melakukan olah TKP," kata Aiptu Thobron, Kanit Reskrim Polsek Panarukan. (fat/fat)











































