PDIP Tanggapi Dingin Koalisi Majapahit yang Ingin Pilkada Surabaya Ditunda 2017

PDIP Tanggapi Dingin Koalisi Majapahit yang Ingin Pilkada Surabaya Ditunda 2017

Zainal Effendi - detikNews
Kamis, 30 Jul 2015 11:23 WIB
Surabaya - PDIP dingin tanggapi pernyataan Ketua Tim kerja Koalisi Majapahit yang memilih Pilkada Surabaya 2015 diundur karena dianggap sudah tidak sehat, demokratis dan berintegritas.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PDIP Kota Surabaya, Adi Sutarwijono memilih mengajak partai politik untuk menggunakan hak politiknya dalam pilkada dengan mengusung pasangan calon.

"Saat ini yang terpenting ada tanggung jawab dari partai politik untuk mengawal pilkada selesai tepat waktu. Tanpa perlu berpikir strategi dan taktik untuk mengulur waktu pelaksanaan," ujarnya kepada detikcom, Kamis (30/7/2015).

Dengan begitu, Adi sapaan akrab Adi Sutarwijono akan muncul dua pasangan calon sehingga amanah undang undang terlaksana. "Yang kemudian lebih berpikir bagaimana meyakinkan publik yang mempunyai pilihan untuk dipilih. Bukan berpikir lain (menunda)," tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Tim Kerja Koalisi Majapahit, AH Toni menyebut Pilkada Surabaya 2015 sudah tidak sehat, berintegritas dan demokratis. Karena, saat ini sudah muncul opini pasangan calon boneka jika pihaknya mengusung pasangan calon untuk ikut dalam pilkada.

"Kita tidak ingin Pilkada yang tidak sehat. Meski calon yang kita usung punya kekuatan dan punya integritas dan siap bersaing. Tapi sudah terbentuk opini calon boneka.

"Maka lebih baik pilkada ditunda agar lebih konstruksi dan demokratis," tegas dia pada detikcom.

Meski seluruh calon yang mengikuti penjaringan koalisi partai yang terdiri, Partai Gerindra, Partai Demokrat, PKB, PKS, PAN, Partai Golkar dan Partai NasDem ini mempunyai kapasitas dan siap bertarung dengan petahan. (fat/fat)
Berita Terkait