Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Sopir dump truk, Nono (40), warga Desa Kukusan Kecamatan Kendit, berhasil lolos dari cedera. Namun, kecelakaan tunggal menimbulkan sejumlah kerusakan. Selain median jalan hancur, sebuah tiang penerangan jalan umum juga ambruk.
"Kerugiannya masih dihitung, belum bisa diperkirakan sekarang. Kami masih fokus mengevakuasi kendaraan dan mengatur lalu lintas," kata Kanit Pos 90 Lantas Situbondo, Aiptu Suharsono di lokasi kejadian.
Keterangan yang diperoleh detikcom menyebutkan, kecelakaan tunggal itu berawal saat dump truk P 9042 UE bermuatan batu melaju dari arah Surabaya. Menjelang sampai di traffic light persimpangan Sarworini di Jalan PB Soedirman, rem dump truk diduga tiba-tiba blong. Saat bersamaan, di depan dump truk antrean kendaraan dari arah Surabaya cukup panjang.
Untuk menghindari kecelakaan dengan kendaraan di depannya, sopir dump truk pun langsung banting setir ke kanan hingga menghantam median jalan. Proses evakuasi bangkai truk memakan waktu hampir satu jam. Muatan batu harus dipindah ke dump truck lainnya, sebelum dump truck yang mengalami kecelakaan ditarik dari median jalan.
"Tidak ada bekas rem di lokasi kejadian. Jadi dugaan sementara kecelakaan akibat rem blong. Tapi kepastiannya masih akan diselidiki," tandas Suharsono. (fat/fat)











































