"Ini awalnya adalah ada laporan tanggal 9 Juni 2015 lalu. Ada korban pemalakan yang kacanya dipecah dan barangnya diambil saat mobilnya terjebak kemacetan di Jembatan Semanggi Tol Dupak," kata Kapolsek Asemrowo Kompol Anton Prasetyo saat dihubungi detikcom, Senin (22/6/2015).
Anton mengatakan, dari laporan itu Anton kemudian memerintahkan anak buahnya untuk lebih intensif menjaga kawasan tersebut. Siang tadi, kata Anton, ada tiga orang di tol yang dicurigai sebagai pelaku pemalakan.
Tiga orang tersebut mondar-mandir di sekitar mobil-mobil yang sedang terjebak macet. Sejumlah anggota menghampiri tiga orang tersebut. Saat dihampiri tiga orang itu justru lari.
Terjadilah kejar-kejaran yang membuat polisi menembakkan tiga tembakan peringatan agar mereka berhenti. Bukannya berhenti, ketiga orang itu jutru terjun ke rawa-rawa yang ada di sekitar lokasi.
"Dibantu warga, kami mengamankan satu orang diduga pelaku pemalakan. Yang dua orang masih kami cari ," lanjut Anton.
Anton sendiri belum berani memastikan apakah satu orang yang ditangkap itu adalah pelaku pemalakan. Dia akan dipertemukan dengan korban yang akan datang ke Polsek Asemrowo sore nanti.
Anton menambahkan kawasan tersebut menurut warga sering menjadi ajang pemalakan. Aksi itu terjadi saat ada kemacetan. Untuk kasus yang dilaporkan terakhir, pelaku memecahkan kaca menggunakan batu paving. (fat/fat)










































