Kopilot Malaysia Kurir Ekstasi Hendak Lewati Fast Track, tapi Dicegat Bea Cukai

Kopilot Malaysia Kurir Ekstasi Hendak Lewati Fast Track, tapi Dicegat Bea Cukai

Haris Fadhil - detikNews
Senin, 03 Agu 2026 12:26 WIB
Rekaman CCTV menunjukkan gerak-gerik kopilot Malaysia Airlines sebelum ditangkap di Soetta. (Dok. Instagram Bea Cukai)
Rekaman CCTV menunjukkan gerak-gerik kopilot Malaysia Airlines sebelum ditangkap di Soetta. (Dok. Instagram Bea Cukai)
Jakarta -

Petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) mencegat dan menggeledah barang bawaan pilot Malaysia Airlines bernama Mohd Saufi bin Othman (39) yang merupakan kurir 26 kg ekstasi. Saufi, yang bertugas sebagai kopilot dalam penerbangan ke Soetta, awalnya diarahkan melewati jalur cepat khusus kru pesawat atau fast track.

Dilihat detikcom, Senin (3/8/2026), rekaman CCTV yang diunggah Bea Cukai menunjukkan gerak-gerik Saufi sejak tiba di Terminal 3 Bandara Soetta pada Rabu (29/7). Saufi awalnya tampak menuju area pengambilan koper.

Dia tampak membawa dua koper saat hendak keluar dari Terminal 3 Soetta. Bea Cukai menyebutkan Saufi telah menyelesaikan proses Customs Declaration (CD) melalui website All Indonesia dan sempat diarahkan untuk melalui fast track.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pelaku melintas di area kedatangan, menyelesaikan proses Customs Declaration (CD) melalui website All Indonesia, kemudian dilakukan penjaluran oleh Risk Assessment Officer (RAO). Meski sempat diarahkan ke jalur khusus awak pesawat (fast track)," tulis Bea Cukai dalam akun Instagram resminya.

Rekaman CCTV menunjukkan gerak-gerik kopilot Malaysia Airlines sebelum ditangkap di Soetta (dok. Instagram Bea Cukai)Rekaman CCTV menunjukkan gerak-gerik kopilot Malaysia Airlines sebelum ditangkap di Soetta. (Dok. Instagram Bea Cukai)

Namun petugas Bea Cukai Soetta tetap melakukan pengawasan karena mencurigai Saufi. Berdasarkan analisis terhadap pergerakan dan profil Saufi, petugas akhirnya mengarahkan pilot Malaysia itu menuju meja pemeriksaan.

"Meski sempat diarahkan ke jalur khusus awak pesawat (fast track), petugas Bea Cukai tetap melakukan pengawasan berbasis analisis risiko terhadap pergerakan dan profil pelaku. Berdasarkan hasil analisis tersebut, petugas mengarahkan pelaku untuk menjalani pemeriksaan lanjutan terhadap barang bawaannya," tulis Bea Cukai.

Rekaman video kemudian menunjukkan Saufi meletakkan koper di meja pemeriksaan Bea Cukai. Sejumlah petugas Bea Cukai meminta Saufi membuka koper berwarna silver yang dibawanya.

Petugas tampak meminta Saufi membuka kantong yang ada di koper itu dan mengeluarkan barang dari salah satu kantong. Setelah dicek, ternyata barang di dalam koper itu merupakan ekstasi seberat 26 kg.

Petugas Bea Cukai juga menemukan satu botol urine 'cadangan' yang dibawa Saufi. Petugas menduga urine itu disiapkan jika Saufi harus menjalani tes narkoba mendadak.

"Dari hasil pemeriksaan, diamankan 26 kilogram (bruto) ekstasi, setara dengan 70.114 butir, serta 4 gram sabu yang disembunyikan di dalam koper. Petugas juga mengamankan satu botol kecil berisi urine yang diduga dipersiapkan untuk memalsukan hasil tes urine apabila diperlukan dalam proses pemeriksaan," tulis Bea Cukai.

Bea Cukai kemudian menyerahkan Saufi ke Bareskrim Polri untuk diproses hukum. Dalam pemeriksaan, terungkap juga Saufi positif tiga jenis narkoba. Saufi diduga dalam kondisi memakai narkoba saat penerbangan.

"Ini menunjukkan bahwa pengawasan Bea Cukai tidak berhenti pada proses penjaluran. Melalui analisis risiko, profiling, observasi petugas, serta pemeriksaan X-ray dan fisik, upaya penyelundupan berhasil digagalkan. Selanjutnya, pelaku beserta barang bukti diserahterimakan kepada Bareskrim Polri untuk proses penyidikan dan pengembangan jaringan lebih lanjut," ujar Bea Cukai.

Rekaman CCTV menunjukkan gerak-gerik kopilot Malaysia Airlines sebelum ditangkap di Soetta (dok. Instagram Bea Cukai)Rekaman CCTV menunjukkan gerak-gerik kopilot Malaysia Airlines sebelum ditangkap di Soetta. (Dok. Instagram Bea Cukai)

Respons Malaysia Airlines

Maskapai Malaysia Airlines telah buka suara setelah pilotnya ditangkap karena menyelundupkan puluhan kilogram ekstasi. Maskapai penerbangan Malaysia itu menyatakan akan kooperatif dengan otoritas Indonesia sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Dilansir kantor berita resmi Malaysia, Bernama, Malaysia Airlines mengatakan pihaknya menahan diri untuk berkomentar, tetapi menanggapi serius tuduhan tersebut. Dalam pernyataan kepada Bernama, maskapai nasional Malaysia tersebut mengatakan pihaknya tidak pantas untuk berkomentar lebih lanjut karena masalah tersebut masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang Indonesia.

"Malaysia Airlines ingin menegaskan kembali bahwa pihaknya tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran dan saat ini sedang melakukan peninjauan internal atas masalah tersebut," katanya, dilansir Free Malaysia Today, Jumat (31/7).

Halaman 2 dari 4
(haf/dhn)


Berita Terkait