Truk Muat Limbah Terguling Timpa Rumah, 2 Orang Terluka

Truk Muat Limbah Terguling Timpa Rumah, 2 Orang Terluka

- detikNews
Kamis, 14 Mei 2015 16:16 WIB
Truk Muat Limbah Terguling Timpa Rumah, 2 Orang Terluka
Mojokerto - Truk bermuatan limbah plastik terguling dan menimpa rumah warga di turunan curam berkelok Desa Sukosari, Kecamatan Trawas, Mojokerto. Akibatnya, sopir dan kenek truk terluka parah. Selain itu, teras rumah Sudarno (54) ambruk dihantam truk yang terguling.

Kanit Laka Sat Lantas Polres Mojokerto Iptu Sariyanto mengatakan, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 12.00 Wib, Kamis (14/5/2015). Truk bermuatan limbah dari pabrik plastik itu melaju dari arah Trawas menuju Mojosari.

Tiba di jalan menurun curam dan berkelok Desa Sukosari, truk bernopol W 8969 XA hilang kendali. Diduga truk yang dikemudikan Teguh (30) asal Kecamatan Prambon, Sidoarjo itu mengalami rem blong. Sopir truk yang berusaha membanting stir ke kanan justru menghantam pagar rumah Sudarno.

"Jalan menurun dan berkelok ke kiri, truk nyelonong ke kanan dan tabrak tiang listrik dan pagar rumah pak Sudarno. Kemudian truk terguling dan menghantam teras rumah tersebut," kata Sariyanto kepada detikcom.

Akibat kecelakaan ini, pagar dan teras rumah Sudarno ambruk tertimpa truk. Tiang listrik patah, sedangkan truk yang ditumpangi 3 orang itu terbalik dengan roda berada diatas. Muatan truk berupa limbah plastik tumpah berserakan di halaman rumah Sudarno.

Selain itu, sopir truk mengalami patah tangan kanannya. Salah satu kenek truk, Setia Adam asal Kecamatan Prambon mengalami pendarahan di hidungnya. Sementara penumpang truk lainnya, Mulyatno (30) selamat.

"Korban luka-luka sudah kami evakuasi ke rumah sakit Sumber Glagah. Saat ini evakuasi truk masih berlangsung," imbuh Sariyanto.

Meski teras rumah Sudarno ambruk total, tak ada satupun anggota keluarganya yang terluka. Beruntung saat kejadian, para penghuninya berada di bagian belakang rumah.

"Penghuni rumah selamat, tidak ada yang terluka. Untuk memastikan penyebab truk hilang kendali kami masih melakukan penyelidikan," pungkas Sariyanto.

(bdh/bdh)
Berita Terkait