Bocah 20 Bulan ini Ditemukan Tewas Tercebur ke Sungai

Bocah 20 Bulan ini Ditemukan Tewas Tercebur ke Sungai

- detikNews
Jumat, 20 Mar 2015 18:57 WIB
Situbondo - Nasib malang menimpa Rahmad Ramdhan Ilyasa. Saat asyik bermain dekat rumahnya, bocah 20 bulan itu tiba-tiba tercebur ke sungai yang tak jauh dari rumahnya, di Dusun Pariyaan Desa Sumerkolak Kecamatan Panarukan, Jumat (20/3/2015) petang.

Jasad si bocah ditemukan warga tenggelam di aliran sungai pada jarak sekitar 1 Km. Saat ditemukan, anak ketiga pasangan Mulyadi (31) dan Bayu Trisnawati (29), sudah dalam kondisi tak bernyawa. Namun untuk memastikan, warga sempat melarikan si bocah ke RS Elizabeth Situbondo.

"Usianya baru 20 bulan, tapi larinya sudah kencang. Dia biasa ngejar ayam di sekitar rumah," kata Mulyadi kepada detikcom di RS Elizabeth Situbondo.

Keterangan yang dihimpun detikcom, sebelum tercebur ke sungai, bocah itu baru saja selesai mandi dan berdandan. Rencananya sang bocah akan diajak ibunya, Bayu Trisnawati, ke Pondok Pesantren (Ponpes) untuk menjenguk adiknya. Saat hendak berangkat, si ibu bermaksud mengambil kerudung di dalam rumah.

Sementara si Rahmad ditinggalkan bermain di depan rumah, bersama bocah-bocah lainnya. Namun tidak ada yang melihat, saat bocah Rahmad menuju ke pinggir sungai, lalu terjatuh. Bocah Rahmad baru diketahui hilang, setelah sang ibu hendak berangkat ke Ponpes.

"Di depan rumah kebetulan juga ada arisan ibu-ibu. Tapi tidak ada yang tahu anak saya ke sungai di belakang rumah. Saya sendiri juga tidak menyangka anak saya tercebur ke sungai," sambung Mulyadi.

Upaya pencarian sempat dilakukan ke berbagai penjuru pekarangan di sekitar rumah korban. Pencarian itu baru berhenti, setelah seorang warga menemukan bocah Rahmad tenggelam dan hanyut di aliran sungai. Jerit histeris keluarganya pun langsung pecah, begitu tahu nyawa bocah Rahmad tak tertolong.

"Waktu baru ditemukan memang sudah meninggal. Jarak ditemukannya khan jauh, sekitar 1 KM. Cuma untuk memastikan tetap dibawa ke rumah sakit," ujar Kepala Desa Sumberkolak, H Sukarto.

Kapolsek Panarukan, AKP Supadi menegaskan, jika pihak keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka yakin korban murni meninggal akibat tenggelam di sungai.

"Keluarga menolak dilakukan autopsi, hanya cukup dilakukan pemeriksaan luar. Ini sekaligus peringatan bagi warga, agar lebih berhati-hati menjaga putra-putrinya," tandas AKP Supadi.

(fat/fat)
Berita Terkait