Dari pantauan detikcom, Selasa (17/3/2015), kericuhan dua kelompok itu terjadi ketika massa dari Paguyuban Arek Jawa Timur (Pagar Jati) yang menumpang 10 truk hendak meninggalkan Kantor Kejati Jatim.
Saling olok kedua kelompok massa (Pagar Jati dan Pemuda Pancasila) pun terjadi. Ketika massa Pagar Jati melintas di Jalan A Yani, massa PP tidak terima diolok-olok.
Ada sebagian massa PP yang melempari massa Pagar Jati dengan bebatuan. Dan ada juga yang mengejar truk berisi pendukung Pagar Jati.
Petugas kepolisian yang membuat pagar betis di Jalan A Yani, serta petugas yang mengendarai motor trail, menghalau massa PP untuk kembali ke barisan di depan masjid komplek kejati.
Kericuhan tersebut membuat petugas dari kepolisian menghentikan arus lalu lintas Jalan A Yani yang menuju ke tengah kota.
Setelah situasi bisa dikendalikan kepolisian, arus lalu lintas kembali dibuka dan kembali lancar.
Setelah massa Pagar Jati meninggalkan kejati, tak lama massa PP juga membubarkan diri setelah perwakilan dari PP melakukan pertemuan dengan Kejaksaan Tinggi.
Diberitakan sebelumnya, Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur di Jalan Ahmad Yani Surabaya 'diserbu' ratusan pengunjuk rasa. Pendemo yang memenuhi jalan di depan kantor Kejati berasal dari dua kelompok pendukung dan kontra pengusutan penyelewengan dana hibah APBD.
Kelompok pertama adalah pendemo yang mendukung pengusutan kasus dugaan penyelewengan dana hibah Pemprov Jatim yang menyeret dua pejabat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur.
Sedangkan kelompok kedua datang dari massa yang menggunakan baju seragam ormas Pemuda Pancasila (PP). (bdh/bdh)











































