"Jalur ini kan memang sejak dulu rawan begal. Makanya berbagai upaya kita lakukan termasuk membangun pos jaga," kata Kapolsek Pasrepan, AKP I Made Jayantara, Jumat (6/3/2015).
Pos anti begal yang dibangun di Desa Pohgading tersebut nantinya akan difungsikan 24 jam. Polisi melibatkan semua unsur diantaranya TNI, Muspika, perangkat desa, ulama dan warga dalam pembangunannya.
"Warga juga akan dilibatkan dalam pengamanan. Begal ini kan semakin ditekan terus muncul makanya kita akan libatkan masyarakat," jelasnya.
Jalur Pasrepan ini merupakan salah satu kawasan rawan begal di Kabupaten Pasuruan. Para begal beraksi berkelompok dan mempersenjatai diri dengan senjata tajam dan airsoft gun.
Belakangan, para begal mulai berani menggunakan bom rakitan atau bondet untuk mengancam korban.
"Tapi kasusnya sudah banyak berkurang," pungkas Made Jayantara.
Wacana membangun pos keamanan di jalur wisata ini sudah disuarakan beberapa tahun silam mengingat jalur tersebut merupakan jalur utama menuju wisata Gunung Bromo.
(bdh/bdh)










































