Dibantu tim SAR, nelayan yang menemukan langsung membawa dua jasad itu ke Dermaga Pelabuhan Besuki.
"Ini fenomena alam, dua jasad itu muncul di lokasi karamnya kapal motor. Padahal kapalnya sudah diangkat dan tidak ditemukan jasad yang terjebak di dalamnya," kata Zainul Arifin kepada detikcom, Selasa (3/3/2015).
Dua jasad itu kini sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Besuki. Apalagi jika bukan untuk kepentingan identifikasi. Proses identifikasi akan dilakukan tim Identifikasi Polres Situbondo dan DVI Polda Jatim, yang konon melibatkan tim dokter dari RS Bhayangkara Bondowoso.
"Sebelum diserahkan ke pihak keluarganya, tentu harus jelas dulu identitasnya. Biar bisa ditentukan dua jenazah itu siapa," tandas Kapolres Situbondo, AKBP Hadi Utomo.
Dengan ditemukannya dua jenazah itu, berarti sudah ada 14 ABK kapal motor karam yang berhasil ditemukan. 10 Diantaranya ditemukan dalam kondisi selamat. Dengan begitu, berarti tinggal 3 ABK yang masih dinyatakan hilang.
Sebuah kapal motor yang membawa rombongan nelayan Situbondo tenggelam di Selat Madura. Kapal motor jenis selerek bernama Harmoni itu karam, akibat terkena hantaman ombak dan angin puting beliung saat mencari ikan di perairan Binur Kecamatan Paiton Probolinggo. Saat musibah terjadi, kapal motor milik H Roni (28) itu membawa 17 ABK nelayan asal Kecamatan Besuki dan Kecamatan Banyuglugur.
(fat/fat)











































