Pertanyakan Tahanan Tewas, Warga Kebon Agung Gruduk Polsek Sukodono

- detikNews
Sabtu, 01 Nov 2014 19:27 WIB
Foto: Suparno
Sidoarjo - Mapolsek Sukodono, Sidoarjo, digeruduk ratusan warga Kebun Agung. kedatangan warga untuk mempertanyakan kematian seorang warga bernama Muhammad Imran Zaeudin (28), yang diduga dianiaya oleh oknum polisi Polsek Sukodono, Sabtu (1/11/2014).

Dari informasi yang dihimpun, sebelum tewas, korban bersama istrinya tengah melihat hiburan orkes melayu di desa setempat, Jumat (31/10) malam.

Namun, tiba-tiba istri korban dilempar batu oleh orang yang tidak dikenal, dan mengakibatkan luka di bagian kening sebelah kanan. Karena istrinya terluka kena lemparan batu, korban pun mengamuk ke panitia pelaksana.

Melihat ada kegaduhan, petugas kepolisian berpakaian preman yang akan mengamankan korban, malah menjadi sasaran kemarahan Imran. Kemarahan Imran reda setelah dia ditangkap beberapa petugas dan diamankan ke Mapolsek Sukodono.

"Kami akan melakukan penyidikan yang dilakukan oleh Propam dari Polda Jatim dan Propam dari Polres Sidoarjo, atas kasus tewasnya tahanan yang ada di Mapolsek Sukodono," kata Kapolres Sidoarjo AKBP Anggoro Sukartono di RS Pusdik Gasum Porong Sidoarjo.

Kapolres menambahkan, jika korban saat meninggal tidak di dalam tahanan, nanum saat dalam perjalanan ke puskesmas. "Jam 07.30 korban lemas tergeletak di dalam tahanan, kemudian dibawa oleh anggota ke puskesmas, ketika dalam perjalanan korban meninggal," jelas AKBP Anggoro Sukartono.

Untuk meyakinkan jika Imran bukan korban penganiayaan petugas, polisi membawa keluarga Imran ke RS Pusdik Gasum Porong. Dari hasil otopsi, tidak terlihat adanya bekas penganiayaan di tubuh korban.

(bdh/bdh)