"Dia itu berangkat tidak pamit. Katanya cuma dolan. Tahu-tahu saya dikabari dia tenggelam," kata Kasri, bibi Arifin di lokasi pencarian, Senin (27/10/2014).
Saat ditanya kebiasaan Arifin berenang di sungai, Kasri mengatakan tidak tahu. "Enggak tahu. Kalau bermain biasanya di dekat rumah saja. Dia tidak bisa berenang," tambah Kasri.
Keluarga Arifin pun terus memantau perkembangan pencarian. Mereka menunggu di tepian sungai sambil berharap Arifin segera ditemukan.
"Kami pasrah mas. Hidup atau meninggal yang penting Arifin segera ditemukan. Itu saja," tandas Kasri.
Sementara pencarian hingga hari ke-3 belum juga membuahkan hasil. Tim Basarnas dari Trenggalek menurunkan 2 perahu karet untuk menyisir Sungai Brantas. Derasnya arus sungai Brantas menghambat proses pencarian.
"Kami terkendala aliran sungai yang deras. Hingga saat ini kami belum berhasil menemukan korban," kata Moh Rifky, Ketua tim Pencarian Basarnas kepada wartawan.
Hingga pukul 13.00 WIB, pencarian masih fokus di bawah jembatan Kademangan dengan radius 500 meter hingga 1 Km dari lokasi hilangnya Arifin.
(fat/fat)











































