Sakit Hati Sering di-Bully Jadi Motif Nur Bunuh Awi di Garasi

Sakit Hati Sering di-Bully Jadi Motif Nur Bunuh Awi di Garasi

- detikNews
Minggu, 19 Okt 2014 17:00 WIB
Sakit Hati Sering di-Bully Jadi Motif Nur Bunuh Awi di Garasi
Lubang tempat Nur mengubur Awi
Surabaya - Sakit hati karena sering dibully membuat Nur Hadi Santoso nekat membunuh Nurhawi, rekannya sesama tukang bangunan. Dan pemicunya adalah saat ia dimarahi dan dipukul pada Rabu (15/10) lalu.

"Satu hari sebelum pembunuhan terjadi, pelaku dimarahi korban karena mengakibatkan lampu mati," kata Kapolrestabes Surabaya Kombespol Setija Junianta kepada wartawan di lokasi kejadian, Minggu (19/10/2014).

Nur dan Awi memang tinggal dan tidur di rumah yang sedang direnovasi, Jalan Dharmahusada Indah Blok B No 154. Saat itu pekerjaan sedang lembur. Secara tak sengaja, Nur tersandung kabel utama yang membuat lampu seisi rumah padam.

Mengetahui hal itu, Awi yang lebih senior memarahinya. Awi juga sempat memukul Nur sebanyak 4 kali. Peristiwa itulah yang menjadi trigger (pemicu) Nur untuk membunuh Awi. Dari situ juga sakit hati dimulai. Namun Nur tak melakukannya saat itu juga.

Dibanding Awi, Nur memang lebih yunior. Awi adalah tukang sedangkan Nur adalah pembantu tukang (kuli). Awi juga sudah 2 bulan bekerja di rumah tersebut, sementara Nur masih 3 minggu bekerja.

Karena paling yunior, Nur yang masih berumur 19 tahun itu sering dibully. Tidak hanya Awi saja, melainkan tukang lain yang lebih senior. Ada sekitar 10 tukang yang bekerja merenovasi rumah tersebut.

Pembully-an itu tak hanya terjadi pada Nur saja, tetapi juga pada tukang lain yang pernah bekerja di situ. Tetapi tukang tersebut lebih memilih keluar daripada selalu menjadi bahan hinaan dan olok-olok. Pria warga Sumobito, Jombang itu sendiri sebenarnya pernah berniat keluar, namun tidak jadi.

"Setelah dimarahi, esoknya pelaku memukul kepala korban saat sedang duduk di teras. Pelaku dua kali memukul menggunakan batu paving," lanjut Setija.

Setelah dipukul, Awi belum tewas. Nur kemudian menyeret tubuh pria 23 tahun itu ke dalam rumah. Di dapaur, Nur kembali memukul kepada Awi. Awi yang sedang sekarat itu lalu dibawa ke garasi dan dikuburkan di tempat tersebut hingga tewas.

(iwd/fat)
Berita Terkait